Presiden RI Bantu 3.000 Paket untuk Korban Banjir di Jeneponto

Terkini.id, Jeneponto – Bantuan korban banjir Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tiba di Kabupaten Jeneponto, Minggu, 27 Januari 2019.

Bantuan atas nama Presiden RI itu tiba di diposko terpadu Jl. Lanto Dg Pasewang Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu Jeneponto sekitar pukul 02.35 Wita dini hari tadi.

Menurut koordinator logistik bantuan korban banjir bandang, Rachmat Sasmito, menyampaikan, bantuan Presiden RI itu sebanyak 3.000 paket.

Baca Juga: Dompet Dhuafa Sulsel Berbagi Sembako Untuk Penyintas Banjir Jeneponto

“Bantuannya tiba dini hari tadi, sebanyak 3.000 paket, berisi Beras 5 kg, Gula 1 kg, Minyak goreng 1kg, Air mineral botol 600 ml, Teh Celup 1 bungkus, diangkut oleh empat mobil truk,” kata Rachmat Sasmito, kepada terkini.id, Minggu,27 Januari 2019 di posko induk penyaluran bantuan, sekitar pukul 9.30 Wita.

Rachmat menambahkan, bantuan dari pemerintah pusat itu akan langsung di salurkan ke korban banjir,” Bantuannya akan langsung di salurkan ke korban banjir oleh anggota TNI, Polri dan Satpol PP,” ungkap Rachmat Sasmito.

Baca Juga: Dompet Dhuafa Sulsel Salurkan Bantuan Medis Untuk Penyintas Banjir Jeneponto

Sementara Dandim 1425 Jeneponto Letkol Arh Sugiri yang ditemui terkini.id, di posko induk penyaluran bantuan, mengatakan, bantuan Presiden RI langsung di salurkan oleh satu pleton tim gabungan TNI,Polri dan Satpol PP.

“Satu pleton sudah kita kerahkan menyalurkan bantuan pak Presiden, yakni, TNI 30 anggota, Polri 20 anggota dan 10 anggota Satpol PP, itu di bagi tiga kelompok, satu kelompok menyalurkan di wilayah Balombonga, Lembangloe kelurahan Balang sampai ke Sapiri,Gandi, Sapanang dan Bantaulu Desa Sapanang Kecamatan Binamu,” jelas Letkol Arh Sugiri

Baca Juga: Dompet Dhuafa Sulsel Salurkan Bantuan Medis Untuk Penyintas Banjir Jeneponto

Sedangkan, dua kelompok menurut Sugiri menyalurkan di wilayah Kecamatan Turatea,” yang dua kelompok itu menyalurkan di Turatea, satu kelompok di kampung Jene’tallasa Desa Kayuloe Barat dan Munte Desa Bonto Mate’ne dan yang satu kelompok di Desa Jombe,” ungkap Letkol Arh Sugiri.

Bagikan