Terkini.id, Jakarta – Ketua DPP Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya menanggapi Profesor Henri Subiakto yang menyebut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menerima digandeng penunggang agama karena ingin berkuasa.
Mustofa Nahra menyindir bahwa Prof Henri turun kelas. Ia mengingatkan status Prof Henr yang merupakan Guru Besar di Universitas Airlangga.
“Ya Allah Prov Henri Subiatko. Kenapa sampean jadi turun kekas gini? Sampean itu Guru Besar,” kata Mustofa Nahra melalui akun Twitter pribadinya pada Selasa, 26 April 2022.
Dalam cuitan yang ditanggapi Mustofa Nahra, Profesor Henri Subiakto menyebut Anies Baswedan sebenarnya adalah nasionalis.
Hanya saja, menurutnya, Anies Baswedan menerima saat didukung dan digandeng para penunggang agama karena ingin berkuasa.
- Tanggapi Ceramah Ustaz Khalid Basalamah, Prof Henri: Kalau Ngikut Tafsirnya, Islam Jadi Miskin Seni dan Budaya
- Prof Henri Samakan Dokter Tifa dengan Intelektual Abal-Abal Akibat Komentari Krisis Sri Lanka
- Soal Bersatunya Jokowi dan Prabowo, Prof Henri: Harus Kita Syukuri, Bukan Malah Dinyinyiri
- Holywings Boleh Ganti Nama untuk Buka Lagi, Prof Henri: Itulah Keputusan Politik, seakan Ikuti Opini Publik, tapi Sebenarnya...
- Haramkan Pilih Ganjar Pranowo, Gur Nur Disentil Prof Henri: Kata Bagus dan Islami Menurut KH Dobol
“Anis dulu memang pendukung Jokowi. Anis itu aslinya nasionalis yang menghormati tenun kebangsaan,” kata Prof Henri melalui akun Twitter resminya pada Selasa, 26 April 2022.
“Tapi karena ingin berkuasa, diapun menerima saat didukung dan digandeng para penunggang agama,” sambungnya.
Prof Henri menilai bahwa karena hal inilah, Anies menjadi identik dan sulit dilepaskan dari kelompok penunggang agama ini.
“Bahkan jadi simbol perjuangan politik agama,” katanya.
Bersama pernyataannya, Prof Henri membagikan berita soal Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang meninjau sirkuit Formula E bersama Anies Baswedan.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya Presiden Joko Jokowi mengunggah fotonya bersama Anies Baswedan yang meninjau sirkuit Formula E di Ancol, Jakarta Utara, pada Senin, 25 April 2022.
“Saya datang ke kawasan Ancol di Jakarta Utara, sore tadi, untuk meninjau langsung perkembangan proyek pembangunan sirkuit Formula E,” kata Jokowi dalam unggahannya.
“Saya sempat berkeliling bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menjajal aspal baru sirkuit ini,” sambungnya.
Presiden Jokowi menyebut sirkuit Formula E dengan panjang lintasan 2,4 kilometer sudah siap digunakan.
“Tinggal penyelesaian paddock dan grandstand, tapi saya kira masih ada waktu sehabis Lebaran,” kata Jokowi.
“Saya berharap, bulan Juni nanti, kita sudah bisa menyaksikan balapan mobil listrik di Sirkuit Formula E di Ancol,” lanjutnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
