Masuk

Tanggapi Ceramah Ustaz Khalid Basalamah, Prof Henri: Kalau Ngikut Tafsirnya, Islam Jadi Miskin Seni dan Budaya

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga, Profesor Henri Subiakto menanggapi ceramah Ustaz Khalid Basalamah soal perayaan tahun baru islam.

Dalam ceramahnya, Ustaz Khalid Basalamah menyebut perayaan tahun baru Islam tidak pernah dicontohkan Nabi Muhammad SAW ataupun para sahabat.

Menurutnya, perayaan tahun baru Islam itu mengikuti Nasrani yang merayakan tahun baru Masehi. Oleh sebab itu, tidak seharusnya ditiru.

Baca Juga: Prof Henri Samakan Dokter Tifa dengan Intelektual Abal-Abal Akibat Komentari Krisis Sri Lanka

Terkait ini, Prof Henri menilai bahwa jika mengikuti tafsir Ustaz Khalid Basalamah, Islam menjadi miskin seni dan budaya.

“Kalau ngikuti tafsirnya, Islam jadi miskin seni dan budaya bahkan terpisah dengan kehidupan luar,” kata Prof Henri melalui akun Twitter @henrysubiakto, seperti dikutip terkini.id pada Sabtu, 30 Juli 2022.

Pasalnya, lanjut Prof Henri, tafsiran Ustaz Khalid Basalamah ini hanya membolehkan hal yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Soal Bersatunya Jokowi dan Prabowo, Prof Henri: Harus Kita Syukuri, Bukan Malah Dinyinyiri

“Padahal konsep bid’ah itu hanya untuk ibadah langsung ritual pada Allah. Untuk urusan sosial budaya tergantung niat dan tidak bisa disimplifikasi sepert itu,” jelasnya.

Adapun dalam video yang dibagikan Prof Henri, Ustaz Khalid Basalamah awalnya membacakan pertanyaan di secarik kertas.

“Jika 1 Muharram dijadikan momentum syiar Islam, apakah dilarang? Misal akan ada acara gebyar muharram, lalu diadakan lomba-lomba, seperti tahfidz quran, azan, cerdas cermat quran, dst,” katanya membacakan.

Ustaz Khalid lantas menjawab bahwa hal seperti ini tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat.

Baca Juga: Holywings Boleh Ganti Nama untuk Buka Lagi, Prof Henri: Itulah Keputusan Politik, seakan Ikuti Opini Publik, tapi Sebenarnya…

“Tidak pernah ada dicontohkan oleh Nabi Sallallahu alaihi wasallam, padahal Nabi adalah Nabi, putusan Allah SWT,” kata Ustaz Khalid Basalamah.

“Begitu pula dengan para sahabat, merayakan tahun baru Islam, tidak pernah ada itu, belum pernah mereka merayakan itu,” sambungnya.

Ia lalu menyinggung bahwa orang Islam ingin merayakan Tahun Baru Islam karena orang Nasrani merayakan Tahun Baru masehi.

“Makanya kita juga tarik-tarik, mencontohi, kata Nabi Muhammad SAW, man Tasyabbaha Biqoumin fahuwa minhum, siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia akan sama dengan mereka,” katanya.

Ustaz Khalid Basalamah juga menyinggung, hal ini sama halnya dengan orang Islam yang merayakan hari lahir Nabi Muhammad karena Nasrani merayakan hari lahir Nabi Isa.

“Untuk apa? Untuk menambah-nambah nih? Kenapa kita harus merayakan 1 Muharram? Apa masalahnya? Apa urusannya? Nggak ada hubungannya dengan syariat kita,” tegasnya.