Terkini.id, Jakarta – Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika, Profesor Henry Subiakto menyinggung soal Imam yang suka teriak-teriak dan melontarkan hinaan hingga provokasi.
Menurutnya, pendukung dan pengagum Imam seperti itu cenderung juga menyukai karakter-karakter serupa.
“Jika imamnya suka teriak-teruak, nuduh-nuduh, menghina-menghina dan provokasi, maka pengikut dan pengagumnya juga cenderung suka karakter yang mirip-mirip,” kata Prof Henry pada Senin, 20 Desember 2021.
Sebaliknya, menurut Prof Henry, orang-orang yang berpikir tentu akan lebih memilih meneladani Nabi memiliki karakter baik.
“Tapi bagi yang mau berpikir tentu akan lebih milih meneladani Nabi yang lemah lembut, cerdas, sabar, tapi tegas. Tidak taqlid pada yang ngaku-ngaku turunan nabi,’ katanya.
- Politisi PKB Singgung Institusi Demokrasi Dikontrol Oligarki, Prof Henry: Berarti Partai Anda juga Dikuasai Oligarki dong?
- Prof Henry: Walau Ucapan Basalamah Jadi Masalah, Dia Tidak Bisa Dipidana, Itu Bukan Delik
- Moderasi Beragama Disebut Sekuler, Prof Henry: Tudingan Keji pada Mayoritas Islam dan Ulama-Ulama Moderat
- Prof Henry: Kadang Orang Bicara Atas Nama 'Membela Tuhan' Aslinya sedang Bela Kepentingan Pribadi dan Politiknya
- Tanggapi Ceramah Bahar soal Penyiksaan 6 Pengawal Rizieq, Prof Henry: Penyebaran Kabar Bohong untuk Terbitkan Keonaran
Ditelusuri Terkini.id di kolom komentar, pernyataan Guru Besar Universitas Airlangga ini mengundang kritik dari netizen.
Ada yang mengatakan bahwa cuitan Prof Henry itu cocok untuk menggambarkan penceramah, Habib Bahar bin Smith dan kawan-kawannya.
“BAHAR SMITH DAN KAWAN KAWAANN,” kata @TintinSetiad***.
Ada pula netizen yang mengkritik bahwa pernyataan Prof Henry itu juga mengandung provokasi.
“Tujuan tweet seperti ini apa ya? Koq hobbynya memperuncing terus masalah dan provokasi masyarakat untuk terus berantem. Apakah memang jobdesc staf ahli kemkominfo untuk jadi provokator?” kata @dennur***.
Aktivis, Nicho Silalahi juga melontarkan sindiran dengan mengubah sedikit pernyataan Prof Henry sendiri.
“Jika pemimpinmu suka bohong, ngutang, vlog dan Selfi demi pencitraan, maka pengikut dan pengagumnya juga cenderung suka karakter yang mirip-mirip,” kata Nicho Silalahi.
“Tapi bagi yg mau berpikir tentu akan lebih milih meneladani M. Hatta yang lemah lembut, cerdas, sabar, tapi sederhana. Tidak songong dan menjadi Penjilat,” lanjutnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
