Program Penanggulangan Banjir Anies Dinilai Gagal Total, Chusnul Chotimah: Yang Begini Masih Dijilat Sama Kadrun

Program Penanggulangan Banjir Anies Dinilai Gagal Total, Chusnul Chotimah: Yang Begini Masih Dijilat Sama Kadrun

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah menanggapi soal program penanggulangan banjir Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang dinilai gagal total mengatasi persoalan banjir.

Chusnul Chotimah menyindir bahwa kendati demikian, Anies Baswedan masih dijilat oleh para kadal gurun alias kadrun.

“Yang begini masih dijiIat sama Kadrun,” kata Chusnul Chotimah melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat, 21 Januari 2022.

Bersama pernyataannya, Chsunul Chotimah membagikan berita berjudul “Sumur Resapan Anies Gagal Total Atasi Banjir, Legislator DKI Kenneth: Ratusan Miliar Uang Rakyat Terbuang”.

Dilansir dari berita Suara.com tersebut, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth mengkritik soal banjir yang terjadi di sebagian wilayah ibu kota sejak Selasa, 18 Januari siang hingga Kamis, 20 Januari pagi.

Baca Juga

Kenneth menilai bahwa banjir, khususnya di kawasan Jakarta Barat, terjadi karena program penanggulangan banjir dari Gubernur Anies Baswedan tidak efektif.

Akibat penanggulangan banjir yang tidak efektif ini, menurutnya, banjir tahunan di DKI Jakarta tak bisa ditanggulangi dengan baik dan ribuan warga harus mengungsi.

“Program penanggulangan banjir Gubernur Anies gagal total, kenapa dia tidak fokus terhadap normalisasi kali. Permasalahan banjir ini kan sudah menjadi langganan setiap tahunnya,” kata Kenneth pada Jumat, 21 Januari 2022.

Salah satu yang ia soroti adalah gagalnya program sumur resapan yang telah menelan biaya hingga ratusan miliar rupiah.

“Program sumur resapan yang menjadi program unggulan Gubernur Anies tidak ada manfaatnya dalam menanggulangi banjir,” kata Kenneth.

“Anies harus bertanggung jawab karena ada ratusan miliar uang rakyat yang sudah di pakai dalam program sumur resapan ini,” tambahnya.

Kenneth menilai bahwa ketimbang mengerjakan sumur resapan, Anies seharusnya fokus mengerjakan normalisasi dan pembuatan tanggul rob.

Selain itu, menurutnya, saluran air masyarakat juga harus diperhatikan hingga ke perkampungan.

“Pembangunan saluran air baru atau perbaikan saluran air di wilayah perkampungan warga harus digalakkan lagi, karena realitanya masih banyak perkampungan tidak mempunyai saluran air yang memadai,” ujarnya.

Selain itu, Kenneth juga meminta Anies berdiskusi dan bisa menindaklanjuti saran yang diberikan oleh para anggota DPRD DKI Jakarta dalam menangani banjir.

Sebab, katanya, legislator rutin melakukan reses atau penyerapan aspirasi warga dan kerap mendapatkan masukan soal penanggulangan banjir.

Lebih lanjut, Kenneth menyinggung soal masih banyaknya sampah di rumah pompa yang tidak diangkat oleh UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

“Jika tidak segera di angkat, bisa menyangkut di mesin pompa dan bisa mengakibatkan kerusakan di mesin pompa sehingga mengakibatkan kinerja pompa tidak bekerja secara maksimal dalam menanggulangi banjir,” ucapnya.

Ia lantas meminta Anies Baswedan untuk jangan hanya fokus kepada pagelaran ajang balap mobil listrik Formula E dan selalu membanggakan Jakarta International Stadium atau stadion JIS di tengah bencana banjir yang menimpa warga Jakarta.

“Kalau Gubernur mempunyai hati dan kasihan kepada warga yang wilayahnya selalu terdampak banjir, dia harus fokus dan total untuk menanggulangi banjir,” pungkas Kenneth.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.