Rektor Universitas Ibnu Chaldun Datangi Polda Metro Jaya Atas Tudingan Profesor Gadungan, Musni Umar: Ini Bisa Merusak Persaudaraan

Rektor Universitas Ibnu Chaldun Datangi Polda Metro Jaya Atas Tudingan Profesor Gadungan, Musni Umar: Ini Bisa Merusak Persaudaraan

R
Ainur Roofiqi
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta- Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar memenuhi panggilan Polda Metro Jaya atas pelaporan terhadap dirinya pada Senin 24 Januari 2022 lalu oleh Direktur Pascasarjana Institut Agama Kristen Tarutung, Sumatera Utara yang berinisial YLH.

Laporan tersebut menjerat Musni dengan Pasal 263 KUHP Jo Pasal 69 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Juncto Pasal 28 ayat 7 pada pasal 93 UU Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. YLH melaporkan  Musni ke Polda Metro Jaya dengan tudingan menggunakan gelar profesor palsu. 

Dikutip dari metro.tempo.com, Musni membantah tudingan tersebut saat ditemui. Bahkan Musni sendiri mengaku tidak pernah mengenal pelapor yang berinisial YLH tersebut.

“Saya juga tidak tahu karena orang itu saya enggak kenal, tidak pernah berhubungan tiba-tiba saja dia menyampaikan surat ke Presiden, menyampaikan surat ke Ketua MPR, seluruh pejabat tinggi, termasuk Gubernur DKI bahwa saya adalah profesor gadungan. Saya enggak tau apa motifnya, tapi itu saya kira tidak bisa dibenarkan oleh hukum,” kata Musni sebelum diperiksa pada Senin pagi, 28 Maret 2022. 

Musni menambahkan, dirinya mendapat jabatan profesor dari dua lembaga yang sah.

Baca Juga

“Saya diberi jabatan profesor dari dua lembaga yang sah yaitu Universitas Ibnu Chaldun dan Asia University, Malaysia,” ujar Musni.

Menurutnya, selama mendapatkan gelar profesor sampai sekarang Musni mengaku tidak pernah menggunakan gelarnya dalam urusan surat-menyurat resmi kepada pemerintah. Dia menambahkan lagi, karena dirinya tidak dibayar oleh negara, SK dari Presiden dan Menteri bukan menjadi sebuah syarat menjadi guru besar.

Di luar  tudingan profesor palsu terhadap dirinya, Musni menilai kejadian ini dapat merusak persaudaraan dan hal-hal lainnya yang tidak diinginkan.

“Karena saya adalah rektor Universitas Ibnu Chaldun salah satu Universitas Islam tertua di Indonesia ini bisa timbulkan hal-hal yang tidak diinginkan dan itu bisa merusak persaudaraan kita sebangsa dan se tanah air karena beliau Direktur Pasca sarjana Institut Agama Kristen Tarutung. Ini prihatin sekali,” kata Musni.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.