Provokasi Aksi Turunkan Jokowi 22 Mei, Pria di Makassar Ditangkap Polisi

Provokasi Aksi Turunkan Jokowi 22 Mei, Pria di Makassar Ditangkap Polisi

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Makassar – Samiun Ahmad (50), terpaksa harus berurusan polisi gegara video provokasinya beredar luas di media sosial.

Dalam video berdurasi lebih dari 2 menit tersebut, Samium Ahmad mengungkapkan analisanya tentang skenario terburuk jika KPU memenangkan Paslon Jokowi-Ma’ruf Amin, maka umat Islam akan melakukan aksi pada 22 Mei atau bertepatan 17 Ramadan.

“Skenario terburuk 22 Mei 2019, jika KPU hasil (Pilpres) yang tidak sesuai sesuai keyakinan pasangan 02, yakni kemenangan 60 persen (untuk Prabowo-Sandi, maka skenario terburuk umat islam bersatu melawan rezim dan meminta Jokowi mengundurkan diri,” kata dia melalui video yang beredar.

Dia juga mengungkapkan, jika aparat kepolisian memihak kepada rezim, kemungkinan berhadapan umat Islam, dan akan jatuh korban banyak.

https://www.facebook.com/pepih/videos/10156515490298871/

Baca Juga

“Bagaimana dengan TNI? TNI pasti tidak berani menembaki rakyatnya, TNI pasti akan menjadi gamang dan ragu-ragu,” terang dia.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Soendani menilai, video Samiun tersebut berbahaya karena kelihatan ingin membenturkan antara TNI dan Polri.

Kini, Samiun ditahan oleh kepolisian dengan dijerat pasal 45A ayat 2 juncto pasal 28 ayat 2 UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik yang merujuk pada ujaran kebencian terhadap SARA.

Selain itu, Samiun juga dikenakan pasal 15 UU nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dan pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHPidana.

“Ancaman hukumannya maksimal 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp1 miliar,” ungkap Dicky saat konferensi pers di Mapolda Sulsel, Senin 29 April 2019.

Menurut Dicky, video yang beredar tersebut sangat meresahkan masyarakat apalagi usai pemilu 2019 ini.

“Ini masih dalam tahap penghitungan suara, tentu ini sangat tidak baik sekali. Bisa menimbulkan provokasi terhadap masyarakat,” kata Dicky Soendani.

Dicky menambahkan, situasi di wilayah Indonesia saat ini pasca-pemilu masih dalam situasi kondusif.

Menurut dia, Samiun sengaja membuat video yang bersifat provokasi dan dapat mengancam jelang bulan ramadan yang diadakan sebentar lagi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.