Terkini.id, Makassar – Proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) menjadi fokus Pemerintah Kota Makassar. Terlebih, saat ini Makassar masuk kategori darurat sampah.
Sejak awal perencanaan pembangunan proyek, ratusan investor dari berbagai negara dinilai tertarik untuk menjajaki kerjasama.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengaku sudah berkomunikasi ke beberapa investor, terbanyak adalah perusahaan asal China.
“Sudah lebih seratus dari lima tahun lalu. Macam-macam, China paling banyak, ada juga Jepang, Amerika, Finlandia, Polandia,” ujar Danny, Rabu, 2 Juni 2021.
Dalam waktu dekat, Danny bakal membuka lelang untuk proyek PLTSa tersebut. Mengingat kapasitas TPA Tamangapa sudah melebihi kapasitas.
- Pemkot Makassar Undur Tender PLTSa ke Tahun 2022
- Progres PLTSa di Makassar Terkendala Lahan Milik Warga
- TPA Antang Kelebihan Kapasitas, DPRD Makassar: Tingginya Sudah 40 Meter
- Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Menunggu Persetujuan Pemerintah Kota Makassar
- Kota Makassar Pilih Skema KPBU dalam Proyek PLTSa
“Segera akan kami lakukan lelang, sementara kita konsolidasi dulu soal lelang, koordinasikan dengan pusat,” kata Danny.
Sementara itu, Sekretaris Tim Percepatan Pembangunan PLTsa Kota Makassar, Saharuddin Ridwan mengatakan bahwa pihaknya akan selektif dalam memilih investor. Sebab, anggaran untuk proyek ini besar dan dikalkulasikan menghabiskan Rp2 Triliun.
“Artinya harus disiapkan ini investor karena dia akan besar, besar dia punya keuangan untuk kelola ini. Karena semua bebannya di mereka,” ujar Sahar.
Makassar sendiri masuk dalam 12 kota program prioritas nasional Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL).
Hal itu merujuk pada Perpres Nomor 35 Tahun 2018 dan Perpres 109 Tahun 2020. Surabaya menjadi kota pertama yang sudah merampungkan pembangunan proyek ini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
