Terkini.id — Puluhan supir Pete-pete (angkutan umum) memarkirkan kendaraannya di depan Gedung DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, 26 Maret 2019.
Mereka melakukan aksi unjuk rasa, sebagai menolak retribusi karena dianggap tidak adil. Sebab angkutan online tidak membayar retribusi.
Jenderal Lapangan Aliansi Comunity Angkot, Ahmad Ando, penghasilan sopir dan pemilik di Kota Makassar ‘digilas’ oleh angkutan online yang dianggap menyulitkan kehidupan mereka.
Belum lagi pajak kendaraan bermotor khususnya angkutan umum yang dinilai memberatkan. Padahal pendapatan mereka semakin hari semakin menurun.
“Pemerintah seolah-olah menutup mata yang dialami oleh angkot-angkot di Makassar,” ujar Ahmad.
- H Musakkar Kendarai Pete-Pete Hadiri Pelantikan sebagai Anggota DPRD Sulsel 2024-2029
- Kisruh Teman Bus dan Pete-Pete, Danny Pomanto: Perlu Dijalin Integrasi
- Soal Polemik Pete-pete dan BRT di Makassar, Dewan Siap Mediasi
- Nasib Pete-pete Kian Memprihatinkan, Siganda Makassar Minta Pemerintah Kaji Ulang Trayek Bus Mamminasata
- Unik dan Kreatif, Pete-pete di Makassar Punya Perpustakaan, Ac Hingga Colokan Listrik
Olehnya itu, pada aksi tersebut, mereka menuntut agar, pajak kendaraan bermotor diturunkan, Bebaskan retribusi angkot dalam kota, karena ada angkutan, hapus retribusi yang dikelola oleh PD Terminal Makassar Metro.
Tertibkan angkutan umum Mamminasata yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku khususnya ASK dan tolak Petepete Smart.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
