Selain bakteri penyebab bau badan kelenjar apokrin, ada juga beberapa hal yang membuat bau badan.
Sebagian besar bermasalah dengan bau badan karena produksi keringat berlebih dari tubuh.
“Hal ini emang di luar kendali sebagai manusia, namun bukannya mustahil untuk ‘diminimalisir’. harus perbanyak konsumsi buah-buahan untuk mengurangi aroma menyengat pada keringat,” kata dia.
Sebaiknya kurangi minum kafein, makan daging merah, ngerokok, alkohol, dan junk food biar nggak membuat keringat makin bau.
“Selain itu, juga harus rajin pakai deodoran yang bisa menghentikan keringat berlebih,”jelasnya.
- Jalan Peningkatan Senilai 11,4 Miliar di Jeneponto Rusak Parah, Integritas APH di Uji
- Browcyl Resmikan Outlet ke-23 di Pallangga, Tebar 1.400 Voucher Berhadiah Emas
- Rayakan HUT Ke-14, Browcyl Tebar Promo Diskon 10 Persen dan 1.400 Hadiah, Ada Grand Prize Emas
- Lontara+ Jadi Andalan Pemkot Makassar, Muhammad Roem Paparkan Strategi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
- LONTARA+ Makassar Tuai Apresiasi di Forum Komdigi APEKSI 2026, Daerah Siap Belajar Transformasi Digital
Selain itu bisa menggunakan sabun dengan kemasan yang mencantumkan keterangan antibakteri.
Memakai sabun antibakteri bisa berguna untuk membasmi dan mengendalikan bakteri penyebab bau badan. Jika bakteri bisa dikendalikan, otomatis bisa mengurangi bau badan.
Bau badan pun menjadi sesuatu yang normal ketika memasuki masa pubertas. Keringat yang dikeluarkan pada fase remaja ini juga lebih banyak.
Hal ini didukung oleh kelenjar apokrin yang mengeluarkan sekresi dan banyak ditemukan di bagian ketiak, puting, area genital, dan daerah telinga.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
