Terkini.id, Jakarta – Refly Harun kembali membahas soal politik identitas yang digunakan berbagai tokoh politik dalam pemilu maupun pilkada.
Lewat saluran Youtubenya, Refly Harun menyatakan saat ini masyarakat Indonesia tidak percaya dengan politik identitas yang dimainkan oleh tokoh politik tersebut.
Lebih lanjut lagi, Refly Harun meminta kepada para partai politik dan politikus yang memberikan kritikan terkait seseorang atau pemerintah, diharapkan juga mencantumkan saran terhadap isu yang diungkap.
“Apakah itu soal intoleransi, radikalisme, ekstremisme, kadrun, dan lain sebagainya,” ujar Refly Harun, dikutip dari gelora.co, Selasa 21 Juni 2022.
“Misalnya, PSI bilang tak mau pilih Anies Baswedan karena dinilai Anies anti intoleransi. Lalu, apa evaluasi mereka untuk pemerintahan Anies?,” lanjut Refly Harun.
- Jarang Puji Pemerintah dan Lebih Sering Mengkritik, Fadli Zon Akui Punya Alasan Sendiri
- Refly Harun Sebut Oligarki Lebih Berkuasa Daripada Presiden: Ada yang Mempresepsikan Lebih Berkuasa
- Refly Harun Bicarakan Skenario Jegal Anies Baswedan: Jadikan Tersangka
- Diusulkan Jadi Sekjen PBB, Refly Harun Singgung Kemampuan Bahasa Asing Jokowi
- Refly Harun Soroti Aktivitas Ganjar: Dia Sudah Kebelet untuk Kampanye Keliling Daerah
Refly Harun menilai politik identitas merupakan hal yang sangat sering digunakan dalam dunia politik di Indonesia.
Salah satu contohnya adalah anak Jokowi yang tiba-tiba rajin melakukan salat berjamaah menjelang Pilkada akan digelar.
Contoh lain selain anak Jokowi, adalah salah satu kepada daerah yang ketika melakukan kampanye politik selalu menyapa warga sambil salat subuh berjamaah.
Namun nasib kepala daerah tersebut sekarang berstatus sebagai tersangka KPK.
“Kemarin Bobby Nasution dan Gibran Rakabuming ketika menjelang pemilihan kepala daerah, rajin salat subuh berjamaah,” ungkap Refly Harun.
“Yang lain pun juga begitu. Kemarin ada kepala daerah rajin menyapa warga sembari salat subuh berjamaah waktu kampanye. Namun, sekarang ini dia malah ditangkap KPK,” pungkas Refly Harun.
Netizen juga turut memberikan pendapatnya terkait politik identitas di Indonesia.

“Hanya pemanis perbuatannya sih kagak…….efek gula dan semut,” tulis akun Twitter @harrysetyo0110, dilihat pada Senin 21 Juni 2022.
“Setelah itu ngak kelihatan sholat yang bang .. mala adiknya bilang daging bab1 enak sedunia .. koplak pakai banget,” lanjut akun Twitter @SalimLaw1.
“Pertanda iman lemah tertipu setan ,” tambah akun Twitter @AdiRuta2.
“Niru bapaknya yg sering jg jadi Imam Shalat saat mau pemilu,” imbuh akun Twitter @ElfizaEnny.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
