Terkini.id, Jakarta – Hersubeno Arief selaku Konsultan Media dan Politik membeberkan percakapannya dengan Komite Reviewer LPDP, Prof. Azyumardi Azra.
Menurut Hersubeno Arief, Rektor ITK Budi Santosa akan segera dinonaktifkan dari jabatannya di LPDP sebagai pewawancara seleksi calon penerima beasiswa LPDP.
“Budi Santosa akan segera dinonaktifkan,” ujar Hersubeno Arief, dikutip dari pikiranrakyat.com, Selasa 3 Mei 2022.
“Itu ujar Prof. Azyumardi Azra dalam perbincangan dengan saya hari ini, Ahad, 1 Mei 2022,” lanjut Hersubeno Arief.
Hersubeno Arief menjelaskan bahwa Prof. Azyumardi Azra merupakan salah satu anggota komite reviewer LPDP yang memutuskan menerima atau menolak calon penerima LPDP dan juga para reviewernya.
- Dirangkul Wanita Cantik Saat Konser Dewa 19, Rocky Gerung Akhirnya Buka Suara
- Hersubeno Arief Sebut Ferdy Sambo Harus Dihukum Berat: Beliau Itu Polisinya Polisi
- Sebut Benny Mamoto Harus Introspeksi Diri Karena Terus Dihujat, Rocky Gerung: Pak Benny Mengundurkan Diri Saja
- Ferdy Sambo Mulai Dikaitkan Terkait Kasus Tewasnya Brigadir J, Rocky Gerung: Ada Keseriusan Dari Pak Kapolri
- Narasi Liar Bertebaran di Masyarakat Soal Tewasnya Brigadir J, Rocky Gerung: Jangan Sampai Berakhir Pada Berantakannya Institusi
“Bahasa enaknya kita sebut para pewawancara seperti profesi yang diemban oleh Budi Santosa,” tutur Hersubeno Arief dilansir dari pikiranrakyat.com bersumber dari Youtube Hersubeno Point, Selasa 3 Mei 2022.
Menurut dialog antara Hersubeno Arief dan Prof Azyumardi bahwasanya pihak Dirjen Dikti Ristek, Prof Nizam dan Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto telah mendiskusikan tentang nasib Rektor ITK Budi Santosa di LPDP.
“Keduanya mengaku menyesalkan peristiwa tersebut, Budi Santosa dinilai melakukan pelanggaran pakta integritas yang dia tandatangani ketika terpilih menjadi pewawancara,” imbuh Hersubeno Arief.
Terdapat dua pakta integritasi yang dilanggar oleh Rektor ITK Budi Santosa tersebut. Pertama adalah tidak mengungkapkan dan merahasiakan proses wawancara calon dan penilaian terhadap calon.
Kedua adalah tidak mempersepsikan calon atas dasar gender, etnis, agama, suku, dan kecenderungan politik.
Diketahui sebelumnya bahwa pria bernama lengkap Budi Santosa Purwakartiko ini menulis sebuah konten di Facebook yang berisi dugaan penghinaan untuk kaum wanita pengguna hijab.
Melihat hal tersebut, Irvan Noviandana langsung menulis surat terbuka yang ditujukan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Direktur Utama LPDP Andin Hadiyanto.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
