Tanggapi Klarifikasi Rektor ITK soal ‘Menutup Kepala ala Manusia Gurun’, Said Didu: Publik Paham kok Siapa Anda Sebenarnya

Tanggapi Klarifikasi Rektor ITK soal ‘Menutup Kepala ala Manusia Gurun’, Said Didu: Publik Paham kok Siapa Anda Sebenarnya

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu menanggapi klarifikasi Rektor UTK (Institut Teknologi Kalimantan), Profesor Budi Santosa terkait tulisan “mahasiswa menutup kepala ala manusia gurun”.

Said Didu nampak tak puas dengan penjelasan Profesor Budi dan menyindir bahwa publik paham soal siapa ia sebenarnya.

Menurutnya, tulisan Profesor Budi sudah sangat jelas seakan bangga kepada pihak yang diwawancarai karena jauh dari Islam.

“Tulisan anda sangat jelas dan seakan bangga dengan pihak yang anda wawancarai karena jauh dari islam dan bahkan jauh dari Tuhan,” kata Said Didu.

“Publik paham kok siapa anda sebenarnya,” tambahnya, sebagaimana dikutip dari akun Twitter pribadinya pada Selasa, 3 Mei 2022.

Baca Juga

Dilansir dari berita Republika yang ditanggapi Said Didu, Budi Santosa menjawab kritik publik atas tulisannya yang dinilai mengandung SARA dan Islamofobia.

Sebagaimana diketahui, kritik tersebut muncul uisa Budi Santosa mengunggah tulisan di facebook yang menggunakan kata-kata “mahasiwi menutup kepala ala manusia gurun”.

“(Ya (respons) itu, konsekuensi dari bahasa tulisan saya, ya. Bisa jadi persepsinya akan berbeda-beda. Banyak yang men-screenshot kemudian dikasih pengantar seakan-akan saya tidak adil, diskriminatif,” kata Budi pada Minggu, 1 Mei 2022.

Budi mengaku bahwa tulisannya itu tidak bermaksud menyinggung umat Islam. Ia pun menyayangkan banyak pihak yang dengan sengaja menafsirkan berbeda penjelasan atas tulisannya dan menjadi kesalahpahaman di publik.

“Saya menyayangkan orang akhirnya menjadi salah paham, karena tidak membaca tulisan aslinya,” ujarnya.

Budi Santosa menilai, ada oknum tertentu yang dengan sengaja menafsirkan tulisannya tersebut agar mengandung unsur SARA perihal sebutan “penutup kepala” dan “manusia gurun”.

Padahal, menurutnya, ia tidak pernah melihat pribadi seseorang berdasarkan pakaian, apakah ia berkerudung atau tidak, menjadi paling taat atau tidaknya.

Oleh karena itu, Budi Santosa membantah tulisannya itu memuat hinaan SARA atau kandung diskriminatif terhadap Islam.

Sebelumnya, Budi Santosa membuat gaduh usai menulis status di media sosial pada 27 April 2022, hingga viral di media sosial (medsos).

Tulisan Budi menuai kontroversi sebab dinilai mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Tidak satu pun menutup kepala ala manusia gurun,” demikian potongan tulisannya yang menjadi sorotan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.