Rela Mati untuk NKRI, Bahar Smith: Nyawa Jiwa Saya Murah Harganya!

Rela Mati untuk NKRI, Bahar Smith: Nyawa Jiwa Saya Murah Harganya!

R
Dzul Fiqram Nur
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, JakartaBahar Smith memenuhi pemanggilannya terkait kasus yang menimpa dirinya hari ini di Markas Polda Jabar.

Bukan main, atas kasus yang menimpanya, dia pun tak menepis tentang kemungkinan bahwa dirinya akan ditahan terkait ucapannya yang kontroversial tersebut.

Hal itu diungkap oleh Bahar Smith sesaat sebelum dirinya masuk untuk diperiksa oleh penyidik terkait kasus ujaran kebenciannya.

Dengan lantang, pemilik pondok pesantren Tajul Alawiyyin Bogor itu menegaskan bahwa jika memang setelah diperiksa nanti dirinya ditahan, maka sudah pasti demokrasi di NKRI telah mati.

“Jika saya nanti tidak keluar dari ruangan atau saya dipenjara, maka demokrasi sudah mati,” ujarnya, seperti dilansir dari JPNN, Senin, 3 Januari 2022.

Baca Juga

Ia mengatakan bahwa jiwanya tidak gentar menghadapi pemeriksaan tersebut karena merasa dirinya ada di jalan kebenaran.

Ia pun bahkan rela mati demi memperjuangkan NKRI. Bahar mengatakan bahwa nyawa jiwanya murah untuk NKRI.

“Demi Islam, demi bangsa, demi rakyat, demi Indonesia, demi agama, demi akidah. Jangankan dipenjara, nyawa jiwa saya murah harganya, NKRI harga mati, Indonesia merdeka,” ucap penceramah kontroversial itu.

Seperti diketahui, Bahar Smith tiba di markas Polda Jabar Bandung dengan didampingi oleh kuasa hukumnya.

Nah, sebelum diperiksa, dia menjalani tes antigen di Kantor Pelayanan Khusus Perempuan dan Anak Polda Jabar.

Ia pun masuk ke Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum sekitar pukul 12.30 WIB.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.