RI Tidak Impor Vaksin Covid dari China, Jokowi: Kita Produksi 100 Juta Per Tahun

RI Tidak Impor Vaksin Covid dari China, Jokowi: Kita Produksi 100 Juta Per Tahun

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Indonesia tidak akan mengimpor vaksin dari China jika uji klinis tahap tiga vaksin buatan Sinovach Biotech China sukses dilakukan di negeri ini.

Presiden Joko Widodo mengungkapkan, jika uji klinis tahap tiga yang dilakukan di Indonesia berhasil, maka vaksin akan produksi oleh Bio Farma, perusahaan BUMN RI.

“Menurut laporan yang saya terima, BUMN kita sudah siap memproduksi vaksin ini dengan kapasitas 100 juta dosis per tahun, bahkan bisa ditingkatkan jadi 250 juta dosis,” terangnya seperti dikutip dari cnbc.

Untuk diketahui, saat ini ada sebanyak 1.620 orang relawan uji coba di Indonesia yang akan divaksin pada bulan Juli ini di Kota Bandung.

Vaksin-vaksin tersebut diimpor dari China, untuk keperluan uji klinis tahap ketiga. Vaksin tersebut sudah tiba di Indonesia pada Minggu 19 Juli 2020 lalu.

Baca Juga

“Proses dan protokol fase uji klinis tersebut akan mendapatkan pendampingan ketat dari BPOM. Apabila dinyatakan lolos, BPOM akan mempercepat pemberian izin edarnya,” ujar Jokowi seperti dikutip dari Instagram Pribadinya, Rabu 22 Juli 2020.

Indonesia Akan Produksi Sendiri

Pihak Bio Farma sendiri menjelaskan, meskipun bekerja sama dengan Sinovach Biotech China untuk vaksin covid-19 tersebut, pihaknya tetap membuat vaksin sendiri.

Pembuatan vaksin Indonesia itu dilakukan melalui konsorsium nasional yang beranggotakan Balitbangkes dari Kemenkes RI, Lembaga Biomolukuler Eikjman dari Kemenristek RI dan Bio Farma.

Khusus untuk baksin buatan Indonesia ini, kemungkinan akan diuji klinis tahap pertama pada kuartal IV tahun depan.

“Eijkman Institute akan mengembangkan klon prototipe sebagai milestone pertama dan target untuk mengirimkan prototipe kandidat vaksin ke Bio Farma pada Februari 2021.

“Selanjutnya Bio Farma akan melanjutkan pengembangan dengan memulai lot eksperimental, optimalisasi proses, dan up-scaling untuk skala produksi yang akan dilakukan pada Q2 2021, yang diikuti oleh fase 1 uji klinis yang akan dimulai pada Q4 2021. Jika hasilnya baik, vaksin akan tersedia untuk masyarakat pada Q4 2022,” ujar Iwan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.