Menurut Khaidir, Makassar dan Indonesia Timur saat ini menjadi pasar yang sangat menarik bagi pengusaha dari luar daerah. Mereka datang dengan persiapan matang, membawa data, dana, tim, sistem, teknologi, dan strategi ekspansi yang rapi.
“Makassar hari ini bukan lagi pasar kecil. Indonesia Timur sedang dilirik. Pengusaha dari luar masuk membawa data, dana, sistem, tim, dan teknologi. Kita tidak perlu marah dengan persaingan, tapi kita sebagai pengusaha lokal tidak boleh kalah siap,” tegas Khaidir dalam materinya.
Ia menekankan bahwa menjadi tuan rumah di negeri sendiri bukan berarti menolak masuknya pengusaha dari luar daerah. Sebaliknya, pelaku UMKM lokal harus menjadikan persaingan sebagai pemantik untuk belajar, berbenah, dan naik kelas.
“Pasar lokal tidak otomatis menjadi milik pengusaha lokal. Pasar akan dikuasai oleh siapa yang paling siap melayani. Kalau mereka datang dengan data, kita harus belajar data. Kalau mereka datang dengan sistem, kita harus bangun sistem. Kalau mereka datang dengan teknologi, kita harus gunakan teknologi,” lanjutnya.
Dalam materinya, Khaidir juga menekankan pentingnya berilmu sebelum berbisnis. Ia mengingatkan bahwa banyak pelaku UMKM bukan kurang semangat, tetapi belum memiliki ilmu, pencatatan, sistem, dan pendampingan yang memadai.
- Melihat Bagaimana Politik Mempengaruhi Akses dan Keadilan dalam Sistem Kesehatan di Indonesia
- Pemkot Makassar Siap Bersinergi Wujudkan Sekolah Unggulan SMP-SMA Boarding School
- Wali Kota Makassar dan BKKBN Sulsel Perkuat Kolaborasi Penanganan Stunting
- Makassar Sambut Delegasi Dunia di IGS 2026, Perkuat Diplomasi dan Kerja Sama Internasional
- Pemkot Makassar Amankan Aset Fasum 4,3 Hektare di Perumnas Sudiang, Pasang Papan Penanda
“Kerja keras itu penting. Tapi kerja keras tanpa ilmu sering berujung pada kelelahan. Banyak pengusaha sibuk dari pagi sampai malam, tapi saat ditanya profitnya berapa, produk paling untung yang mana, biaya bocor di mana, atau siapa pelanggan terbaiknya, masih belum tahu,” jelasnya.
Tujuh Kebocoran UMKM yang Harus Ditutup
Salah satu bagian penting dari materi Khaidir adalah penjelasan tentang tujuh kebocoran UMKM yang membuat bisnis sibuk tetapi tidak bertumbuh.
Tujuh kebocoran tersebut adalah tidak adanya database pelanggan, promosi yang masih dadakan, tidak adanya sistem follow-up, keuangan yang belum tercatat rapi, SOP layanan yang belum jelas, owner yang masih mengurus semuanya sendiri, dan belum masuk ke ekosistem belajar.
Khaidir menggambarkan bisnis UMKM seperti ember. Order dan omzet masuk dari atas, tetapi jika embernya bocor, maka profit dan pertumbuhan akan hilang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
