“Percuma banjir order kalau ember bisnisnya bocor. Banyak UMKM bukan tidak punya omzet, tapi omzetnya tidak berubah menjadi profit karena tidak ada pencatatan, tidak ada follow-up, tidak ada SOP, dan semua masih bergantung pada owner,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa banjir order tanpa sistem justru dapat menjadi masalah. Order banyak tanpa kesiapan dapat membuat chat pelanggan tidak terbalas, pesanan tidak tercatat, tim kewalahan, kualitas turun, komplain meningkat, dan profit tetap bocor.
“Banjir order itu target. Tapi kesiapan menerima order adalah tanggung jawab. Jangan minta banjir kalau salurannya belum siap. Saluran itu adalah ilmu, SOP, tim, data, dan teknologi,” tambah Khaidir.
Framework TUAN RUMAH untuk UMKM Makassar
Untuk memudahkan peserta memahami strategi membangun bisnis yang siap bersaing, Khaidir memperkenalkan framework TUAN RUMAH.
- Melihat Bagaimana Politik Mempengaruhi Akses dan Keadilan dalam Sistem Kesehatan di Indonesia
- Pemkot Makassar Siap Bersinergi Wujudkan Sekolah Unggulan SMP-SMA Boarding School
- Wali Kota Makassar dan BKKBN Sulsel Perkuat Kolaborasi Penanganan Stunting
- Makassar Sambut Delegasi Dunia di IGS 2026, Perkuat Diplomasi dan Kerja Sama Internasional
- Pemkot Makassar Amankan Aset Fasum 4,3 Hektare di Perumnas Sudiang, Pasang Papan Penanda
Framework ini terdiri dari tiga bagian besar. Pertama, fondasi T-U-A, yaitu Tuntut Ilmu, Upgrade Diri, dan Amankan Data. Kedua, pilar N-R-U, yaitu Naikkan Amanah, Rapikan Sistem, dan Gunakan Teknologi. Ketiga, atap M-A-H, yaitu Masuk Ekosistem, Aktif Kolaborasi, dan Hasilkan Dampak.
Melalui framework ini, Khaidir mengajak pengusaha muslim Makassar untuk tidak hanya mengejar omzet, tetapi juga membangun bisnis yang rapi, amanah, punya sistem, mampu menggunakan teknologi, dan berdampak bagi masyarakat.
“Menjadi tuan rumah bukan soal lokasi. Menjadi tuan rumah adalah soal kesiapan. Tuan rumah bukan yang paling keras bicara, tapi yang paling siap menyambut, melayani, mengelola, dan memimpin,” ungkapnya.
Khaidir juga menekankan pentingnya database pelanggan sebagai aset bisnis. Menurutnya, banyak UMKM sudah memiliki pelanggan, tetapi tidak memiliki data pelanggan yang bisa digunakan untuk follow-up, repeat order, dan referral.
“Pelanggan yang tidak dicatat mudah dilupakan. Pelanggan yang dilupakan mudah diambil kompetitor yang lebih rajin menyapa,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
