Terkini.id, Surabaya – Ricuh operasi PPKM dDarurat di Surabaya diduga provokasi pemilik warkop. Lonjakan penularan virus corona yang terjadi belakangan ini terpaksa bikin pemerintah terapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat. Kendati demi kemaslahatan dan keselamatan kesehatan bersama agar tak terjadi lagi penularan Covid-19 secara masif, namun masih ada saja oknum masyarakat yang ngeyel alih-alih mematuhi.
Buktinya, operasi PPKM Darurat di Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya berlangsung ricuh semalam, Sabtu 10 Juli 2021. Polisi menyebut kericuhan itu lantaran ada provokasi usai 13 warga diamankan saat terjaring operasi yustisi.
Kabid Humas Polda Jatim menjelaskan ke-13 warga itu terjaring operasi karena tidak memakai masker. Setelah itu, polisi juga akan menindak warung kopi yang kedapatan melanggar jam buka.
“Iya, rencananya mau mengamankan untuk melakukan sidang di tempat. Tapi mereka terprovokasi dan melawan petugas,” ungkap Gatot kepada wartawan, Minggu 11 Juli 2021.
Saat akan menindak warung itu, lanjut Gatot, pemilik warung ternyata melawan dan terjadi perdebatan dan cekcok dengan petugas. Karena hal itu, kemudian massa mulai berkumpul dan mulai melempari petugas.
“Pemilik warkop tidak terima karena warungnya akan ditindak. Sehingga cekcok dan mengundang warga lainnya keluar dan berkumpul. Karena semakin banyak mereka kemudian melempari petugas dan mobil patroli,” imbuh Gatot, seperti dilansir dari detikcom, Minggu 11 Juli 2021.
Menurutnya, dalam insiden itu tidak ada petugas yang terluka saat diseang warga tersebut. Namun, ada satu mobil patroli milik Polsek Kenjeran mengalami rusak di kaca bagian belakang karena dilempar warga.
“Tidak ada korban jiwa dari petugas. Tapi terjadi kerusakan satu unit mobil patroli pada kaca belakang mengalami pecah,” terang Gatot.
Sebelumnya, operasi PPKM darurat di Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya berlangsung ricuh semalam. Kericuhan terjadi karena sejumlah warga dan pemilik warung menolak ditertibkan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
