Rizal Ramli Nilai Habib Rizieq Jadi Target Penguasa karena Ingin Pimpin Revolusi

Terkini.id, Jakarta – Rizal Ramli menanggapi perihal kasus yang menjerat Habib Rizieq Shihab (HRS) yang akhir-akhir ini menjadi sorotan publik.

Dilansir dari Pojok Satu, Rizal Ramli menilai bahwa pihak pengadilan yang mengadili Habib Rizieq hanya sekadar mengikuti keinginan kekuasaan.

Rizal Ramli mengatakan hal tersebut saat berbincang dengan Neno Warisman.

Baca Juga: Novel Bamukmin: Habib Rizieq Tak Dibebaskan, Hakim Jaksa Masuk Neraka

“Waktu Habib di Mekkah, sering pidato mau pulang ke Indonesia, mau pimpin revolusi. Berapa kawan-kawan datang ke rumah. Tanya? Bagaimana menurut pendapat Pak RR (Rizal Ramli)?,” jelas Rizal Ramli, dikutip oleh terkini.id, Minggu, 4 April 2021.

Rizal Ramli kemudian meminta pihak HRS untuk berhati-hati jika bertujuan untuk memimpin revolusi.

Baca Juga: Rizal Ramli Berujar Kalau Jokowi Mengerti Geopolitik Pasti Tidak Akan...

Rizal menilai dengan tujuan tersebut, HRS akan menjadi target penguasa.

“Saya katakan hati-hati, karena kalau mau pulang ke Indonesia dengan tujuan memimpin revolusi pasti akan dijadikan target oleh yang kuasa,” ujarnya.

Rizal Ramli kemudian membahas peristiwa people power atau orang berkuasa yang terjadi di Filipina.

Baca Juga: Rizal Ramli Berujar Kalau Jokowi Mengerti Geopolitik Pasti Tidak Akan...

Ketika itu, ada tokoh oposisi ditembak aparat setempat di dalam pesawat saat tiba di negaranya. 

Peristiwa itu kemudian memicu masyarakat bergerak hingga Presiden Ferdinand Marcos lengser.

“Nah pesan ini mungkin disampaikan oleh teman-teman sehingga ketika mendarat di Cengkareng, pidato Habib diubah mau memimpin revolusi akhlak,” katanya.

“Saya baca itu, wah senang. Yang kuasa pun akan senang. Karena kalau hanya khotbah revolusi akhlak enggak ada masalah. Tapi Habib 3 hari -4 hari kemudian nyerang (mengkritik) lagi, ya akhirnya jadi targetlah,” pungkasnya.

Bagikan