Terkini.id, Jakarta – Mantan Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi pernyataan Habib Rizieq Shihab yang mengaku khawatir jutaan orang akan mengepung Pengadilan Negeri Jakarta Timur lantaran jaksa menyebutnya tak pantas digelari Imam Besar.
Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, Kamis 17 Juni 2021, mempertanyakan dari mana massa jutaan orang yang disebut Rizieq Shihab akan mengepung pengadilan itu.
Pasalnya, kata Ferdinand, mendatangkan seribu orang saja mantan pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu kesusahan.
“Jutaan darimana Zieq? Seribu aja susah apalagi jutaan,” cuit Ferdinand Hutahaean.
Dalam kicauannya itu, Ferdinand Hutahaean juga menyertakan link artikel pemberitaan berjudul ‘HRS Khawatir Jutaan Orang Kepung Pengadilan Gegara Hinaan ke Imam Besar’ yang dimuat situs Detik.com.
- Denny Siregar Trending Setelah Disenggol Hacker Bjorka: What a Wonderful Life
- Jokowi Masuk Tokoh Muslim Berpengaruh Dunia, Habib Rizieq Kena Sindir
- Warga Kerumuni Baliho Rizieq, Tukang Rosok: Tuhan Baliho Telah Kembali
- Syahganda Nainggolan Duga Habib Rizieq Bebas karena Bantuan Amerika, Warganet: Antek Mamarika
- Jokowi Disebut King Maker Jika Undang Habib Rizieq ke Istana, Warganet: Hanya Mantan Napi
Mengutip isi pemberitaan itu, Habib Rizieq Shihab mengaku tidak tersinggung ketika jaksa menyatakan sebutan ‘imam besar hanya isapan jempol’.
Sebab, menurut Rizieq, sebutan imam besar dari umat Islam di Indonesia bukan pernyataan dari dirinya.
“Sebutan imam besar untuk saya datang dari umat Islam yang lugu dan polos serta tulus di berbagai daerah di Indonesia. Saya pun berpendapat sebutan ini untuk saya agak berlebihan. Namun saya memahami bahwa ini adalah romzul mahabbah, yaitu tanda cinta dari mereka terhadap orang yang mereka cintai,” ucap Rizieq saat membacakan duplik atau tanggapan replik jaksa terkait kasus swab RS Ummi di PN Jaktim.
Ia juga mengaku tak tersinggung jika jaksa meragukan sebutan imam besar itu. Namun dirinya khawatir umatnya menganggap pernyataan itu sebagai hinaan.
Selain itu, Rizieq juga khawatir PN Jaktim dikerumuni pendukungnya pada sidang vonis nanti. Dia mengatakan, pernyataan jaksa itu bisa menimbulkan kebencian di kalangan pendukungnya.
“Dan saya lebih khawatir lagi kalau hinaan JPU tersebut akan ditafsirkan oleh umat Islam Indonesia sebagai tantangan, sehingga akan jadi pendorong semangat mereka untuk datang dan hadir serta mengepung dari segala penjuru Pengadilan Negeri Jakarta Timur ini, untuk menyaksikan langsung sidang terakhir, yaitu sidang putusan pada hari Kamis tanggal 24 Juni 2021 yang akan datang,” ungkapnya.
Rizieq Shihab pun menasihati jaksa pengadilan agar berhati-hati dalam berkata terkait sebutan imam besar. Sebab menurutnya, jutaan orang siap membela dirinya jika dihina orang lain.
“Nasihat saya kepada JPU agar hati-hati. Jangan menantang para pecinta, karena cinta itu punya kekuatan dahsyat, yang tak kan pernah takut akan tantangan dan ancaman. Saya tidak bisa membayangkan di masa pandemi yang semakin parah ini, bagaimana jika jutaan pecinta yang kemarin menyambut kepulangan saya di Bandara terprovokasi oleh tantangan JPU, lalu berbondong-bondong mendatangi pengadilan ini dari segala penjuru,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
