Terkini.id, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin memutuskan melonggarkan aktivitas ekonomi.
Keputusan tersebut merujuk pada data Epidemiologi yang menyebut terjadi pelambatan kasus Covid-19 selama pembatasan jam operasional.
Kendati begitu, tingkat pelacakan kasus di Makassar masih terbilang lemah. Pasalnya, hingga saat ini pemerintah belum melanjutkan kembali pemeriksaan tes usap massal.
“Aktivitas kita perlonggar sedikit supaya ekonomi bisa bergerak sebagian,” kata Rudy, Selasa, 12 Januari 2021.
Menurutnya, Tim Epidemiologi Covid-19 telah memberikan hasil monitoring selama 2 pekan terakhir. Hasilnya, kata dia, terjadi pelambatan penularan kasus.
- BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkot Makassar Hadirkan Program Makassar Berjasa untuk 81.500 Pekerja Rentan
- PT Kalla Inti Karsa Borong Empat Penghargaan Indonesia Sustainability Award 2026
- Wali Kota Makassar: Sensus Ekonomi 2026 Kompas Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Makassar
- Great World Circus 2 On Ice Kembali Hadir di Makassar, Hadirkan Sensasi Musim Dingin dan Atraksi Kelas Dunia
- Kampanyekan #Cari_Aman, Asmo Sulsel Ajak Pengguna PCX160 Nikmati Wisata Alam Bersama Keluarga
“Kita berhasil memperlambat penularan, tapi belum menurunkan,” ungkapnya.
Rudy mengklain kurva kasus Covid-19 di Makassar telah melandai. Tak lagi mengalami kenaikan seperti anak tangga.
“Makannya kita ambil perimbangan ekonomi dan di satu sisi menjaga kelandaian kasus, seiring dengan tingkat kesembuhan yang semakin tinggi,” ungkapnya.
Di sisi lain, Rudy mengatakan tingkat kesembuhan kasus Covid-19 semakin hari semakin tinggi. Begitu pun dengan tingkat masyarakat yang terpapar semakin menurun.
“Jadi setelah di atas jam 10, saya sudah perintahkan Satpol PP untuk menindak tegas pelaku usaha yang melanggar,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
