Ruhut Sitompul Serang Yan Harahap: Ngurus Partai Saja Nggak Mampu, Mau Ikut Ngurus Negara

Terkini.id, JakartaYan Harahap Politikus Partai Demokrat, menanyakan sumber anggaran dana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN).

Dalam hal ini, Yan Harahap menyoroti utang negara yang semakin ‘ganas’ namun pemindahan IKN seolah dipaksakan oleh pemerintah.

“Utang makin ‘mengganas’, pindah Ibu Kota Negara pun masih terus ‘dipaksakan’. Dananya dari mana? Konon, katanya, ‘Bukan urusan saya’,” ujarnya melalui akun Twitter pribadi @YanHarahap.

Baca Juga: Heran Jokowi Tunjuk Luhut Atasi Permasalahan Minyak Goreng, Yan Harahap:...

Menanggapi pernyataan tersebut, politikus PDI Perjuangan, Ruhut Sitompul membuka suara dengan mengatakan Yan Harahap sebagai manusia usil.

Menurut Ruhut, Yan Harahap tidak memiliki kapasitas membicarakan soal negara yang sukses di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

Baca Juga: Singgung Ruhut Sitompul Banggakan Megawati, Dokter Eva: Jokowi Presiden 2...

Bahkan, kata Ruhut, Yan Harahap tidak mampu mengurusi partainya sendiri.

Hal ini disampaikan Ruhut melalui akun Twitter pribadinya @ruhutsitompul pada Selasa, 28 Desember 2021.

“Ini manusia usil tong kosong cempreng bunyinya, ngurus partainya saja nggak mampu eh mau ikut2 ngurus Negara yg Sukses dibawah Kepemimpinan Bpk Joko Widodo Presiden RI ke 7 sudah baik2 saja kau duduk diboncengan ha ha ha MERDEKA,” ungkapnya.

Baca Juga: Singgung Ruhut Sitompul Banggakan Megawati, Dokter Eva: Jokowi Presiden 2...

Sebagai informasi, Kemenkeu dalam APBN Kinerja dan Fakta per Desember 2021 melaporkan total utang pemerintah mencapai Rp 6.713,24 triliun hingga akhir November 2021.

Posisi utang saat ini naik 0,02 persen dibandingkan  akhir Oktober 2021 yang tercatat di posisi Rp 6.711,52 triliun.

Rincian total utang hingga akhir bulan tersebut berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 5.889,73 triliun. Dilansir dari Galamedia. Selasa, 28 Desember 2021.

Surat Berharga tersebut diketahui terdiri dari SBN Domestik Rp 4.614,96 triliun dan SBN Valas Rp 1.274,77 triliun.

SBN Domestik didominasi penerbitan Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp 3.740,22 triliun, sementara SBN Valas didominasi SUN dengan nilai Rp 990,52 triliun.

Terkait utang pemerintah yang terus naik,  Kemenkeu memastikan utang tersebut dikelola secara prudent, fleksibel dan oportunistik dalam menghadapi ketidakpastian.

Pengelolaan dilakukan dengan memanfaatkan momentum dan mengambil kesempatan demi biaya dan risiko paling efisien.

Rasio utang sampai akhir 2021 diperkirakan tetap terjaga seiring penurunan outlook defisit berkat perbaikan penerimaan negara dan optimalisasi Saldo Anggaran Lebih.

Bagikan