Sadis dan Menegangkan! Berikut Serangkaian Teror Berantai KKB Papua di Awal Juni 2021

Sadis dan Menegangkan! Berikut Serangkaian Teror Berantai KKB Papua di Awal Juni 2021

FR
Fitrianna R

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua diketahui kembali melakukan serangkaian teror di bulan Juni 2021 ini.

Teror berantai tersebut dilansir terkini.id dari tribunnews pada Minggu, 20 Juni 2021, disebutkan dimulai sejak Kamis, 3 Juni 2021.

Penasaran apa saja teror-terornya? Berikut serangkaiannya:

1. Tembak Mati Tukang Bangunan 

Peristiwa KKB Papua menembak tukang bangunan yang bermula ketika korban bernama Habel Halenti dan dua rekannya berangkat dari kamp karyawan di Kompleks Pancuran Kampung Kibogolome, Distrik Ilaga, pada Kamis, 3 Juni 2021, sekitar pukul 12.30 WIT.

Mereka menggunakan mobil dinas milik Pemda Puncak berjenis pick-up double kabin putih yang biasanya dipakai untuk mengangkut babi.

KKB pun tanpa belas kasihan langsung menembak ke belakang leher korban hingga Habel pun tewas di lokasi.

“Korban sempat berteriak ‘ampun komandan’, namun langsung ditembak oleh salah satu KKB yang menodongkan senpi tersebut sebanyak satu kali,” kata Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri di Jayapura pada hari yang sama.

Sementara itu, dua rekan korban melakukan gerak cepat dengan melompat masuk ke mobil dan menyelamatkan diri.

Keduanya pun segera melaporkan kejadian kejam dan sadis yang dilakukan KKB tersebut ke Polsek Ilaga.

2. Tembaki Aparat

Mendengar laporan korban sebelumnya, sejumlah personel pun diterjunkan ke lokasi. Namun, KKB justru menembaki aparat.

Kontak senjata antara TNI-Polri dan KKB itu pun diketahui berlangsung selama kurang lebih 15 menit.

3. Tembak Lima Orang Satu Keluarga 

Tak hanya menembak mati tukang bangunan dan menyerang aparat, KKB Papua juga ternyata menembak lima orang satu keluarga kepala desa di Eromaga, Disktrik Ilaga, Papua, pada Kamis, 3 Juni 2021

Adapun kelima korban tersebut, yakni Kepala Desa Nipurlema, Petianus Kogoya, dan keluarganya.

Informasi yang diterima, sebagaimana dilansir terkini.id dari Tribun-Papua.com, pada Minggu, 20 Juni 2021, Kasatgas Humas Nemangkawi menuturkan kelima korban belum berhasil dievakusi.

Sedangkan TNI-Polri baku tembak dengan KKB yang juga melakukan teror di sekitaran Bandara Aminggaru, Distrik Ilaga.

“Saat Ini korban masih berada di Eromaga dan belum bisa di evakuasi karena masih terjadi kontak tembak di sekitar Bandara Ilaga,” ujar Kasatgas Humas Nemangkawi, Kombes Iqbal Alqudusy kala itu. 

Atas insiden teror berantai KKB tersebut, masyarakat yang berada di sekitar Eromaga yang melingkupi 10 kampung pun mengungsi ke Arah Kunga.

Hingga hari selanjutnya, Jumat, 4 Juni 2021, TNI-Polri terus melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan warga masyarakat Eromaga.

4. Bakar Bandara

Belum usai aksi KKB, pada hari yang sama, mereka juga menyerang Bandara Aminggaru di Distrik Ilaga.

Selain itu, KKB juga dilaporkan membakar sejumlah fasilitas yang ada di bandara tersebut.

“Kamis sekitar 17.40 WIT telah terjadi pembakaran fasilitas Bandara Aminggaru, satu tower bandara, ruang tunggu bandara, tiga perumahan perhubungan udara, dan satu rumah warga hangus dibakar KKB,” ujar Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri, pada Jumat, 4 Juni 2021.

Saat kejadian, aparat keamanan yang berada di Kota Ilaga melihat kepulan asap tebal dari arah Bandara Aminggaru.

Selanjutnya, dilakukan pemantauan menggunakan drone dan didapati beberapa fasilitas bandara sudah dalam keadaan terbakar.

Fakhiri menyebut aparat keamanan gabungan yang dipimpin Kapolres Puncak langsung menuju ke lokasi kejadian.

“Sempat terjadi kontak tembak antara personel gabungan dengan KKB sebelum tiba di bandara,” tuturnya.

Kontak senjata terjadi sekitar satu jam sampai akhirnya aparat keamanan memilih mundur karena kondisi yang mulai gelap.

“Tidak menutup kemungkinan akan kembali terjadi kontak senjata, yang pasti kami tidak akan mundur,” kata Fakhiri.

Meski sempat menarik pasukannya, Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menegaskan bahwapihaknya tidak akan mundur menghadapi KKB.

“Pagi ini (Jumat) aparat gabungan akan ke bandara dan diperkirakan KKB masih ada di sekitar bandara sehingga tidak menutup kemungkinan akan kembali ke terjadi kontak senjata, kami tidak akan mundur,” sambungnya.

Adapun pada Kamis malam, aparat menghadapi kesulitan karena kondisi gelap dan lokasi masih berupa perbukitan.

“Kalau ceroboh, justru kita jadi penyumbang senjata dan amunisi buat mereka,” pungkas Fakhiri.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.