Makassar Terkini
Masuk

Balas Sindiran Ngabalin, Said Didu: Publik Sangat Paham ‘Keahlian’ Anda, yaitu Memaki Lawan dan Menjilat Pujaan

Terkini.id, Jakarta – Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu dan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin masih terus saling membalas sindiran di media sosial.

Kali ini, Said Didu menyindir bahwa publik sangat memahami keahlian Ngabalin, yakni memaki lawan dan menjilat pujaan.

Ia juga menyindir agar Ngabalin terus loncat dari penguasa satu ke penguasa lain sambil memaki orang yang berseberangan dengan penguasa tersebut.

“Publik sangat paham ‘keahian’ anda yaitu MEMAKI lawan dan MENJILAT pujaan. Silakan lanjootttt,” kata Said Didu, sebagaimana dikutip dari akun Twitter pribadinya pada Senin, 23 Mei 2022.

Said Didu mengatakan hal tersebut sebagai tanggapan terhadap sidniran Ngabalin yang memintanya untuk jangan munafik.

Ia menyindir bahwa Said Didu menjilat selama 30 tahun namun kini bertingkah seperti orang paling suci, paling bersih, dan paling benar.

“Pada JOKOWI dan pemerintah tuan didu selalu KOOOTOR pikirannya. Kau jangan jadi orang munafik 30 tahun di pemerintahan sekarang banyak harta,” kata Ngabalin, sebagaimana dikutip dari akun Twitter pribadinya pada Senin, 2 23 Mei 2022.

“30 TAHUN KAU MENJILAT sekarang bertingkah seperti orang paling suci, paling bersih dan paling BENAR. Makanya Otakmu – otakmu SEPTIC TANK. paham?” sambungnya.

Bersama pernyataannya, Ngabalin membagikan berita soal Said Didu yang menyindir agar ia terus melanjutkan kenikmatan jilatannya.

Adapun Said Didu mengatakan hal tersebut sebagai tanggapan terhadap Ngabalin yang menyindir apa perbedaan isi kepala Said Didu dengan isi Septic Tank.

“Apa perbedaan isi kepala Said Didu dan isi septic tank?” kata Ngabalin, sebagaimana dikutip pada Sabtu, 21 Mei 2022.

Bersama pernyataannya, Ngabalin membagikan berita soal sindiran Said Didu kepadanya mengenai Ustaz Abdul Somad (UAS) yang ditolak masuk Singapura.

Sebelumnya, Ngabalin menyebut ditolaknya Ustaz Abdul Somad masuk Singapura bukanlah urusan Pemerintah Indonesia.

Menanggapi hal ini, Said Didu menyindir bahwa jika suara istana seperti yang disampaikan Ngabalin, maka dapat dibayangkan betapa rusaknya pengelolaan negara saat ini.

“Jika suara istana seperti ini, kita sudah bisa bayangkan betapa rusaknya pengelolaan negara,” kata Said Didu, sebagaimana dikutip dari akun Twitter pribadinya pada Kamis, 19 Mei 2022.

“Secara terbuka sudah tidak melaksanakan amanat konstitusi yaitu Negara/pemerintah berkewajiban melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,” sambungnya.