Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Ade Armando menanggapi pernyataan Mantan Staf Khusus Menteri ESDM Said Didu yang menyebut hampir semua pemimpin otoriter tidak cakep.
Lewat cuitannya di Twitter, Sabtu 13 Februari 2021, Ade Armando menilai pernyataan Said Didu tersebut merupakan contoh buzzer dari kubu anti Jokowi.
“Ini sekadar contoh buzzer kubu anti Jokowi,” cuit Ade Armando.
Ia pun membagikan tangkapan layar pernyataan Said Didu tersebut yang dibagikan Said di media sosial Facebook miliknya.
“Hampir semua pemimpin otoriter tidak cakep. Itu saja,” tulis Said Didu.
- BPJS Ketenagakerjaan Apresiasi Makassar Berjasa, 81 Ribu Pekerja Rentan Telah Terlindungi
- Magnet Haul ke-20 Puang Ramma: Ribuan Peziarah Siap Ramaikan Baji Bicara dan Tambua
- Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja di Makassar
- PT Semen Tonasa Raih Juara 1 Penghargaan EBTKE 2026, Komitmen Efisiensi dan Keberlanjutan
- Kuasa Hukum KG Aqila Tegaskan Jangan Sesatkan Publik dengan Isu Merkuri Tanpa Data Akurat
Selain Ade Armando, Mantan Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean juga ikut menyoroti pernyataan Said Didu tersebut.
Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, Sabtu 13 Februari 2021 menilai pernyataan Said Didu itu sudah mengarah ke fisik.
“Main fisik nih,” kata Ferdinand menanggapi pernyataan Said Didu soal pemimpin otoriter tak cakep.
Ia pun mengatakan, untung saja Said Didu tidak menjadi pemimpin karena menurutnya Said punya potensi besar menjadi pemimpin otoriter.
Hal itu, kata Ferdinand Hutahaean, lantaran Said Didu juga tak cakep.
“Untung Said Didu ngga jadi pemimpin, alhamdulillah. Karena kalau jadi pemimpin potensinya jadi pemimpin otoriter itu besar. Soalnya Said Didu ngga cakep. Itu saja,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
