Terkini.id, Jakarta – Mantan Menteri Sekretaris BUMN, Said Didu kembali melontarkan sindiran keras ke rezim Pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
Said Didu lewat cuitannya di Twitter, Minggu 31 Oktober 2021, awalnya membandingkan antara rezim Orde Baru dengan rezim Jokowi saat ini.
Menurut Said, dulunya rezim Orde Baru jatuh karena tudingan KKN atau Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
“Dulu orde baru jatuh karena tuduhan rezim KKN (Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme),” cuit Said Didu.
Namun, menurut Said, rezim Jokowi sekarang yang terjadi adalah korupsi, oligarki, dinasti, otoritarian dan koncoisme. Ia pun menyebut hal itu dengan istilah ‘KODOK’.
- Kabar Rencana PPN Naik Jadi 12 Persen Tahun 2025, Said Didu: Pemerasan Rakyat
- Pemerintahan Jokowi Habiskan Rp 2.778 Triliun Bangun Tol Hingga Bandara, Said Didu: Ini Kebohongan Publik
- Said Didu Sorot Permintaan Jokowi ke China Terkait IKN hingga Singgung Kereta Cepat
- Kritik Subsidi Mobil Listrik, Said Didu Berikan Contoh Alur Merampok Rakyat Melalui Kebijakan
- Stafsus Kemenkeu Disemprot Said Didu Usai Bahas Dana Pajak
“Sepertinya sekarang yg terjadi adalah rezim KODOK (Korupsi, Oligarksi, Dinasti, Otoritarian, dan Koncoisme),” ujar Said Didu.
Sebelumnya, Said Didu juga menyebutkan beberapa warisan yang akan ditinggalkan Pemerintahan Jokowi.
Dia menyebutkan sederet masalah, mulai dari utang Pemerintah dan utang BUMN, proyek magkrak, hingga dinasti kekuasaan.
Selain itu, Said Didu juga menyebutkan masalah lain yang menurutnya akan diwariskan Presiden Jokowi, seperti beban kerugian proyek tidak layak dan beban fiskal.
“Siap-siap menerima warisan berupa: 1) utang (pemerintah dan BUMN), 2) proyek mangkrak, 3) beban kerugian proyek tidak layak, 4) beban fiskal,” kata Said Didu lewat kicauannya di Twitter, beberapa waktu lalu.
Tak hanya itu, Said Didu juga menilai rezim Presiden Jokowi akan mewariskan masalah ketegangan dan ketimpangan sosial.
“5) ketegangan sosial, 6) kemiskinan, 7) pengangguran, 8) kualitas SDM, 9) ketimpangan sosial, 10) dinasti kekuasaan dan oligarki,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
