Sambil Kuliah, Mahasiswa Ini ‘Nyambi’ Jadi Muncikari Prostitusi Online

Mahasiswa nyambi jadi muncikari ditangkap polisi.(detikcom)

Terkini.id, Sleman – Praktik bisnis prostitusi online rupanya juga dijalankan oleh seoran pemuda yang berstatus mahasiswa inisial AP alias Kuyang (21).

Warga Purworejo, Jawa Tengah teresbut ditangkap aparat Polsek Mlati, Sleman lantaran menjalankan praktik prostitusi online.

AP merupakan mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta. Dia diamankan polisi pada 4 Juli 2020 lalu di Sleman.

Selain menangkap pelaku sebagai muncikari, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sejumlah ponsel, uang tunai dan alat kontrasepsi.

“Bisnisnya baru sekitar tiga pekan dari Juni hingga Juli 2020. Kami berhasil menangkap AP di hotel Cebongan tanggal 4 Juli sekitar pukul 12.00 WIB,” kata Kapolsek Mlati Kompol Hariyanto saat rilis kasus di kantornya, Selasa 14 Juli 2020.

Menarik untuk Anda:

Haryanta merinci, barang bukti yang berhasil diamankan yaitu 1 unit HP, uang tunai Rp 1 juta yang terdiri dari 9 lembar pecahan Rp 100 ribu dan dua lembar pecahan Rp 50 ribu.

Selain itu, uang pecahan Rp 50 ribu yang merupakan uang order kamar. Kemudian 1 kotak kondom baru, beberapa kondom bekas pakai dan 1 HP.

Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa berinisial AP (21) diamankan polisi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) karena menjadi muncikari dengan merekrut dan menjual perempuan untuk dijadikan pekerja seks komersial (PSK). 

AP diketahui menawarkan jasa esek-esek itu melalui media sosial Twitter.

Kanit Reskrim Polsek Mlati, Sleman, Iptu Noor Dwi Cahyanto menjelaskan, pelaku warga Purworejo, Jawa Tengah ini mengaku menerapkan sistem pembagian hasil. 

Untuk short time yaitu Rp 500 ribu dengan pelaku mengambil Rp 100 ribu, dan long time Rp 800 ribu dengan pelaku mendapatkan Rp 200 ribu dari korban.

“Ada pembagian hasil dalam setiap transaksi. Untuk short time pelaku minta Rp 100 ribu dan long time pelaku mendapat Rp 200 ribu. AP ini selain mencarikan tamu juga mencarikan hotel tapi biaya hotelnya ditanggung oleh korban,” jelas Noor Dwi di Mapolsek Mlati, Selasa (14/7/2020).

Sejak pertama kali menjajakan PSK secara online, AP total sudah 20 kali bertransaksi dengan tamu.

Di kesempatan yang sama, Kapolsek Mlati Kompol Hariyanto mengatakan dalam kasus ini ada dua korban yang dijadikan PSK oleh AP.

“Ada dua korban, VN dan WP. Pelaku ini mencarikan tamu dan menawarkan jasa kedua korban melalui Twitter,” kata Hariyanto.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kritik Rencana Pemerintah Buru Harta Karun, Tengku Zulkarnain: Mundur ke Zaman Dinasti Ming

Begini Kondisi Warga NU di Beirut Lebanon Pasca Ledakan Dahsyat

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar