Baru Terungkap, Inilah Alasan Vanessa Angel ‘Jual Diri’ Lewat Online

Vanessa Angel
Vanessa Angel. (Foto: merdeka)

Terkini.id, Jakarta – Artis cantik Vanessa Angel resmi menjadi tersangka kasus prostitusi online yang menjeratnya pada awal tahun 2019. Dirinya pun saat ini tengah menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Pada proses persidangan, terungkap bahwa terdakwa menawarkan diri ke muncikari bernama Endang Suhartini melalui pesan WhatsApp (WA) pada 12 November 2018.

“Pada tanggal 12 November 2018 terdakwa menghubungi saksi Endang Suhartini melalui chatting WhatsApp dan meminta pekerjaan melayani tamu untuk berhubungan sex (BO),” kata jaksa PN Surabaya, dikutip dari Kumparan, Rabu 24 April 2019.

Terdakwa, kata jaksa, meminta pekerjaan tersebut ke muncikarinya agar uangnya bisa dipakai untuk merayakan ulang tahun.

“Dengan tujuan mendapatkan penghasilan tambahan karena terdakwa (Vanessa) akan merayakan ulang tahunnya. Kemudian dari percakapan media WhatsApp tersebut terdakwa berjanji akan berhenti untuk menjadi nakal karena dirinya ingin menikah,” kata jaksa.

Pada akhirnya, muncikarinya tersebut mendapatkan pelanggan untuk Vanessa. Pelanggan itu diketahui bernama Rian Subroto, pengusaha asal Lumajang.

Rian sendiri saat ini tengah berstatus DPO alias tengah diburu pihak kepolisian Polda Jatim.

Vanessa didakwa pasal berlapis

Vanessa Angel
Vanessa Angel. (foto: suara.com)

Dari hasil transaksi antara muncikari Vanessa dengan Rian Subroto, Vanessa mendapatkan fee senilai Rp 35 juta. Sementara keempat muncikari yang menghubungkan Vanessa ke Rian, termasuk Endang, mendapat total Rp 45 juta.

“Terdakwa sepakat menawarkan dirinya untuk melakukan perbuatan asusila yakni melayani hubungan badan dengan laki-laki dengan bayaran tertentu, melalui saksi Endang yang komunikasinya dilakukan melalui WhatsApp,” kata jaksa.

“Terdakwa mengetahui bahwa pekerjaannya tersebut dilarang dan terdakwa memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk memberikan informasi bahwa dirinya dapat di-booking untuk melakukan pelayanan sex komersial,” sambung jaksa.

Akibat perbuatannya, Vanessa didakwa melanggar Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 jo Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Berita Terkait
Komentar
Terkini