Sambut PTM di Makassar, Guru dan Murid Sekolah Regrouping Berbagi Ruang

Sambut PTM di Makassar, Guru dan Murid Sekolah Regrouping Berbagi Ruang

K
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar Amalia Malik mengakui kurangnya ruang kelas sejumlah sekolah penggabungan (regrouping) untuk menyambut pembelajaran tatap muka (PTM). 

Anggaran tahun 2021 ini dari pemerintah kota maupun dan DAK yang bersumber dari APBN sangat terbatas. Alhasil, pembenahan sekolah  dilakukan secara bertahap.

“Tahun ini karena Covid jadi bertahap, DAK juga terbatas tidak sama 2019 dan 2020,” kata Amalia, Senin, 27 September 2021.

Amalia mengatakan pihaknya memastikan penambahan anggaran akan dilakukan pada Pokok 2022 yang saat ini tengah dibahas bersama dengan DPRD Kota Makassar.

“Penambahan anggaran pembangunan Insyaallah di Pokok 2022 baru bisa ditambah. Sementara lagi pembahasan Perubahan dan Pokok, kita lihat,” katanya.

Dia mengatakan saat ini akan fokus dengan anggaran yang ada. Menurutnya, proses tendernya juga akan segera dilaksanakan.

“Kalau PL-nya sudah mau rampung semua. Sementara khusus untuk perbaikan sudah selesai pelaksanaannya 90 persen,” pungkasnya.

SMPN 55 Makassar yang merupakan hasil regroupping mengeluhkan kurangnya ruang kelas untuk mengakomodir rombongan belajar (rombel).

Pihak sekolah terpaksa harus membagi ruang guru dan siswa agar seluruh siswa mendapatkan ruangan.

“Kita pengen bangunan (kelas), itu aja sih, kalaupun dikasi kelas itu siswa, gurunya di mana. Nda ada tempat gitu loh,” kata Kepala Sekolah SMPN 55 Makassar Misbah.

Selain kurangnya ruang kelas, ketersediaan bangunan penunjang seperti perpustakaan,  laboratorium IPA hingga laboratorium komputer juga belum ada.

Padahal hal ini merupakan salah satu standar baku yang harus disediakan sekolah untuk meningkatkan mutu dan menunjang proses belajar mengajar siswa.

“Kita butuh itu, dana BOS aja kita masih nda cukup, karena kan ini juga mengacu pada berapa jumlahnya siswa. Apalagi guru-guru kita guru honorer semua, tidak ada pengangkatan, jadi dibayar pakai BOS semua,” tuturnya.

Kepala Sekolah SMPN 49 Ikhsan juga mengutarakan hal yang sama. Sekolahnya masih kekurangan perpustakaan, laboratorium, dan sarana penunjang lainnya.

“Kalau itu (Lab dan Perpustakaan) belum ada, tapi untuk ruang kelas itu sudah terpenuhi,” katanya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.