Indonesia Masuk Dalam Daftar Negara yang Terancam Resesi, Dokter Tifa: Stop Kebohongan, Stop Pencitraan

Indonesia Masuk Dalam Daftar Negara yang Terancam Resesi, Dokter Tifa: Stop Kebohongan, Stop Pencitraan

I
R
Indah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Dokter Tifa memberikan pendapatnya terkait resesi ekonomi global yang diramal akan menghantui beberapa negara di dunia termasuk Indonesia.

Lebih lanjut lagi, Dokter Tifa berpendapat bahwa sudah waktunya pemerintah Indonesia melihat tanda bahaya ini dan berhenti untuk melakukan kebohongan serta pencitraan.

“Indonesia masuk 15 negara plg  berisiko alami resesi ekonomi. Utk diketahui seluruh  dunia ada  224 negara. Jadi ini bahaya! Pemerintah harus mempersiapkan  rakyat, dalam segala aspek,” papar Dokter Tifa, dikutip dari Twitter @DokterTifa, Minggu 17 Juli 2022.

“Stop kebohongan. Stop pencitraan. Dan hentikan pemborosan!” seru Dokter Tifa.

Indonesia Masuk Dalam Daftar Negara yang Terancam Resesi, Dokter Tifa: Stop Kebohongan, Stop Pencitraan
Cuitan Dokter Tifa Soal Resesi Ekonomi Global (Twitter @DokterTifa)

Sebagai informasi, menurut survei yang dilakukan oleh media asing Bloomberg, Indonesia masuk dalam daftar 15 negara yang akan mengalami resesi ekonomi.

Baca Juga

Berdasarkan data survei tersebut, Indonesia berada di posisi ke 14 diantara 15 negara yang tercantum dalam survei ini.

Peringkat pertama diduduki oleh Sri Lanka dengan persentase sebesar 85%. Sedangkan New Zealand 33%, Korea Selatan dan Jepang dengan persentase 25% menyusul dibelakangnya.

Kemudian China, Hongkong, Australia, Taiwan, dan Pakistan dengan persentase 20%. Lalu Malaysia 13%, Vietnam dan Thailand 10%, Filipina 8%, Indonesia 3%, dan India 0%.

Namun demikian, Sri Mulyani berpendapat bahwa Indonesia masih dalam kondisi ekonomi yang bagus jika dibandingkan dengan negara lain yang terdapat pada survei ini.

“Indikator neraca pembayaran kita, APBN kita, ketahanan dari GDP (produk domestik bruto), dan juga dari sisi korporasi maupun dari rumah tangga, serta monetary policy kita relatif dalam situasi yang tadi disebutkan risikonya 3%, dibandingkan negara lain yang potensi untuk bisa mengalami resesi jauh di atas, yaitu di atas 70%,” kata Sri Mulyani, dikutip dari bbcindonesia.com, Minggu 17 Juli 2022.

Kristalina Georgieva selaku Kepala IMF berpendapat bahwa pihaknya akan tidak berharap banyak terhadap pertumbuhan ekonomi global pada bulan ini.

Dalam perkiraan terakhir yang dikeluarkan pada bulan April kemarin, IMF memprediksi pertumbuhan global hanya akan mencapai 3,6% tahun ini.

Kristalina Georgieva juga menambahkan bahwa perang Rusia dan Ukraina, pandemi Covid-19 serta inflasi akan membuat ekonomi masa depan sangat sulit diprediksi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.