Terkini.id, Jakarta – Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menyarankan agar dilakukan audit dan review menyeluruh terhadap Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Ibas merasa hal itu perlu dilakukan agar tak ada penyalahgunaan investasi hingga biaya proyek membengkak.
Ia mengatakan itu sebagai respons terhadap membengkaknya biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dari Rp27,17 triliun menjadi 113,9 triliun.
Ditambah lagi, muncul usulan agar ada aliran dana tambahan sebesar Rp4,1 triliun yang bersumber dari Penyertaan Modal Negara (PMN) 2022.
“Sebaiknya dilakukan audit dan review yang menyeluruh agar tidak ada penyalahgunaan investasi hingga bengkak,” kata Ibas pada Senin, 11 Oktober 2021, dilansir dari VIVA.
- Said Didu Sorot Permintaan Jokowi ke China Terkait IKN hingga Singgung Kereta Cepat
- Dubes China, Lu Kang Sebut Kecelakaan Proyek Kereta Cepat Adalah Sebuah Tragedi
- Testing Kereta Cepat Jakarta Bandung, Waktu Tempuh Dari 200 Menit Kini Jadi 40 Menit
- Ungkit Janji Jokowi Tak Gunakan APBN untuk Bangun Kereta Cepat, Politisi Demokrat Beri Sindiran Menohok
- Bengkaknya Biaya Kereta Cepat, Gerindra: Jangan Manja Minta Dana APBN
“Fiskal negara tidak bisa terlalu banyak hanya untuk Penyertaan Modal Negara terus-menerus,” tambahnya.
Putra bungsu mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu juga mengingatkan akan pentingnya perhitungan cost dan benefit bagi BUMN.
Ia berharap agar program itu tidak berakhir lebih dalam pembiayaan yang akhirnya bisa menjadi mangkrak.
Sebelumnya, Ibas juga sudah pernah membahas keberlangsungan program yang sudah dicanangkan sebelum masa pemerintahan Jokowi dan disebut sebagai program “gunting pita”.
Ibas berharap program-program yang sudah direncanakan jauh-jauh hari dan sudah ada sejak era SBY bisa dikebut dan segera selesai.
“Jujur, kita ini ingin ‘gunting pita presiden’ ini terus berlanjut, apalagi kalau pita-pita yang digunting itu merupakan program prioritas. Ya, tidak hanya Jembatan Merah Putih di Ambon, kalau bisa itu kereta cepat juga selesai,” ujarnya.
Ibas mengaku pernah meninjau langsung proyek pembangunan kereta cepat bersama Komisi VI.
Meski menuai pro dan kontra, dia yakin rakyat akan senang jika proyek ini cepat selesai.
“Atau trans-Sumatra, misalkan, yang sudah banyak dibahas. Saya juga bermimpi, mewakili Dapil VII Jatim, proyek Jalan Lintas Selatan (JLS) Jawa Timur itu bisa selesai. Hingga saat ini pembiayaan untuk JLS saja belum jelas,” kata Ibas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
