Terkini.id, Jakarta – Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Iwan Sumule berharap Kereta Cepat Jakarta-Bandung tak bernasib sama dengan bandara Kertajati.
Sekedar catatan, pembangunan Bandara Kertajati sendiri menelan biaya sekitar Rp 2,6 triliun dan diresmikan sejak tahun 2018.
Namun, dilansir dari Detik Finance, sejak peresmiannya, bandara ini tak kunjung menarik banyak penumpang.
“Kereta Cepat Jakarta-Bandung semoga tak senasib Bandara Kertajati,” kata Iwan Sumule pada Senin, 25 Oktober 2021, dilansir dari RMOL.
“Maka itu, bangun infrastruktur mesti dilakukan dahulu feasibility study, baik proyek dan bisnisnya,” tambahnya.
- Tanggapi Sindiran Luhut, Iwan Sumule: Apa Maksudnya Megawati Itu Sakit Jiwa
- Ketua ProDEM: Presiden Tak Perlu Ragu dan Segera Deklarasikan Jokowi 3 Periode
- Soal Luhut, Iwan Sumule: Pak Jokowi, Pembantunya Ini Kerjanya Bikin Gaduh dan Meresahkan, Kok Dipertahankan?
- Megawati Singgung Kader Main Dua Kaki hingga Ancam Pecat, Iwan Sumule: Semoga Bukan Ditujukan kepada Ganjar
- Sebut Rakyat Kerap Tertipu Janji dan Pencitraan, Iwan Sumule Harap Inkonsistensi Jokowi Jadi Pelajaran Memilih Pemimpin
Iwan Sumule juga mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal janjinya untuk tidak menggunakan APBN dalam proyek ini.
Ia menilai bahwa langkah-langkah terukur dan cepat perlu dilakukan dalam menyikapi pembangunan kereta cepat, apalagi jika memang benar-benar tidak bisa balik modal selamanya.
“Di satu sisi, pemerintah juga lagi ngebut ibukota negara pindah. Jadi untuk apa semua ini,” kata Iwan Sumule.
Sebagaimana diketahui, belakangan ini, pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung terus menuai kontroversi di publik.
Publik utamanya semakin menyoroti karena biaya pembangunannya yang membengkak dari 6,07 miliar dolar AS menjadi 8 miliar dolar AS.
Selain soal anggaran yang membengkak, proyek Kereta Cepat ini juga diragukan bisa membuat negara untung.
Salah satu yang mengkritik yakni ekonom senior, Faisal Basri yang dengan tegas menyebut proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tidak layak secara bisnis, sehingga dipastikan sulit balik modal.
Bahkan, Faisal Basri menyindir bahwa sampai kiamat pun, proyek tersebut tidak akan bisa menutup investasi yang sudah keluar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
