Satgas Raika Telah Swab 122 Karyawan, Iqbal Asnan: Hasilnya Semua Non Reaktif

Satgas Raika Telah Swab 122 Karyawan, Iqbal Asnan: Hasilnya Semua Non Reaktif

K
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Satgas Raika Kota Makassar telah melakukan pemeriksaan terhadap 16 tempat pelaku usaha, mulai dari toko hingga warkop.

Selain itu, Satgas Raika juga melakukan pemeriksaan swab terhadap masyarakat yang tidak memakai masker. Hal ini berlangsung sejak 26 Agustus – 29 Agustus 2021.

Sebanyak 122 orang telah melakukan pemeriksaan swab antigen, dan hasilnya semua dianggap non-reaktif. 

Adapun tempat yang telah dikunjungi, antara lain, Toko Agung, Pisang Epe Pantai Losari, Toko Bintang Veteran, New Makassar Mal, Kopi Soe, Abu Lahab Cofe, Warkop Om Ben, Kopi Ming, Daun Coffe, Warkop Delima, Mie Instan.

Selain itu, Mie Janda Judes, Sarabba Cerekang, Warkop Lagota, New Makassar Mall, dan Toko Gelael.

Baca Juga

Plt Kepala Satpol PP Kota Makassar, Iqbal Asnan mengatakan secara keseluruhan sudah ada 122 karyawan yang telah menjalani pemeriksaan swab, dan hasilnya semua non reaktif.

Ia mengatakan tes swab akan terus dilakukan dengan menyasar sejumlah lokasi yang menjadi titik kumpul masyarakat. 

“Tidak hanya di toko saja. Bahkan, semua tempat yang ada kerumunan, termasuk di warung-warung akan dites,” kata Iqbal, Minggu, 29 Agustus 2021.

Ia berharap warga bisa semakin taat protokol kesehatan (Prokes). Sehingga penularan Covid-19 di Kota Makassar bisa semakin ditekan.

Iqbal menjelaskan, meski belum ada yang yang ditemukan reaktif, namun jika ada yang ditemukan positif maka akan difalisitasi untuk melakukan isolasi terpadu.

Jika mereka menolak, maka bisa melakukan isolasi di rumahnya, selama tempatnya memadai.

“Kalau ada yang positif maka usahanya bisa di tutup selama 5 hari. Sehingga pelaku usaha di harapkan taat dengan aturan yang sementara diterapkan di kota makassar,” jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto meminta Satgas Raika menyasar seluruh tempat, baik toko maupun tempat wisata, yang berpotensi menimbulkan kerumunan. 

“Toko-toko besar yang berpotensi kerumunan. Prinsipnya tempat krumunan, bukan warkop prinsipnya. Nanti orang salah paham lagi,” ucapnya.

Pada prinsipnya, kata Danny, seluruh tempat yang bisa menimbulkan kerumunan dan memicu penularan Covid-19. 

“Yang spesifik tempat orang berkerumun bisa di Lego-Lego, bisa di Pantai Losari, bisa di Alaska bisa di Satu Dua, bisa di Bintang,” tutupnya.

Danny pun meminta pelaku usaha untuk taat pada protokol kesehatan meski status Covid-19 Kota Makassar sudah berwarna oranye.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.