Sebab Ernest Prakasa Sebut ‘Nusantara’ Janggal, Abu Janda: Minim Literasi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda menyebut selebriti Ernest Prakasa sebagai orang yang minim literasi dan malas membaca.

Hanya karena Ernest mempertanyakan nama Nusantara yang digunakan untuk Ibu Kota Negara (IKN) yang baru.

Pada kicauan twitternya Ernest juga memahami kata Nusantara itu memiliki makna yang luas. Yakni mencakup keseluruhan wilayah Indonesia, sehingga agak janggal ketika dijadikan nama ibukota yang mencakup satu wilayah saja.

Baca Juga: Jokowi Ingin IKN Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036, Said Didu...

“Sejak dulu makna ‘Nusantara’ adalah keseluruhan Indonesia. Kalo dijadiin nama ibukota, buat gw sih agak janggal. Ya ga sih?” kicau @ernestprakasa Rabu 19 Januari 2022.

Merespon itu, Abu Janda justru menilai Ernest nyinyir semata. Dan tidak tahu dengan sejarah Kalimantan yang erat dengan istilah Nusantara.

Baca Juga: Sejumlah Platform Digital Diblokir, Ernest Prakasa Protes: Mungkin Kominfo Mau...

“Ini akibat ernest minim literasi, dia malas baca jadinya dia tidak tau kalau kata nusantara itu sangat erat kaitannya dengan sejarah Kalimantan Timur” ujar Abu Janda dalam video yang diunggah di instagram @permadiaktivis2 Jumat 21 Januari 2022.

Pada kesempatan itu pula Abu Janda membagikan kisah sejarah yang dipahaminya. Tentang jejak Nusantara di pulau Kalimantan tersebut.

Tangkapan layar postingan instagram @permadiaktivisi2 dan kicauan twitter @ernestprakasa

“Dungkap oleh sejarawan asal samarinda Kaltim yang bernama Muhammad Sarip, Muh. Sarip menjelaskan bahwa Kerajaan kutai yang berlokasi di kaltim, dulunya sebelum bernama kerajaan Kutai, dia bernama Nusantara.” kata Permadi. 

Baca Juga: Sejumlah Platform Digital Diblokir, Ernest Prakasa Protes: Mungkin Kominfo Mau...

“Bahkan orang-orang yang tinggal di kerajaan Kutai Kartanegara dulu, disebut sebagai orang-orang Nusantara. Jadi kata Nusantara ini sangat erat kaitan hubungannya dengan sejarah Kaltim” lanjutnya.

Diakhir video Permadi juga mengajak penontonnya untuk budayakan rajin membaca sebelum berbicara.

“Ernest prakarsa adalah pelajaran bagi kita semua, agar tidak minim literasi, budayakan rajin membaca dulu sebelum berbicara, agar tidak kelihatan bodohnya” sindir Abu Janda.

Bagikan