Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik, Tony Rosyid, memprediksi bahwa gerilya parpol untuk menghalangi Anies Baswedan pada Pilpres 2024 mendatang sudah ada.
Namun, menurutnya, gangguan seperti apa pun yang datang, jikalau Tuhan berkehendak, maka Anies tetap akan menjadi presiden Indonesia.
Dalam artian, Tony begitu percaya bahwa apabila Anies sudah ditakdirkan menjadi presiden, maka ia akan mencapai hal itu.
“Kabarnya, sudah ada gerilya ke parpol-parpol untuk menghalangi dukungan ke Anies maju di pilpres 2024,” ujar Tony kepada wartawan, dikutip terkini.id dari Galamedia pada Senin, 30 Agustus 2021.
“Kalau Tuhan menghendaki Anies menjadi presiden, jadi takdirnya akan tetap jadi presiden.”
- Jubir PSI 'Sindir' Gubernur DKI Jakarta, Pengamat Politik Sebut Anies Baswedan Sosok Pemimpin Perfeksionis!
- Disebut Tidak Disukai Oligarki, Anies Baswedan Dipuji Pengamat Politik: Dia Punya Pendirian Kuat!
- Wah! Yang Teriak Anies Baswedan Maling itu Sebenarnya...
- Pengamat Bongkar Peluang Jenderal Andika Perkasa Melaju di Pilpres 2024
- Tony Rosyid Ungkap Tiga Alasan Anies Baswedan Bisa Menang Pilpres 2024
Tony berpendapat bahwa tugas Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta yang tinggal setahun lagi adalah menuntaskan janji-janji dan pekerjaan yang sudah dimulai.
Oleh karena itu, Tony berpesan agar Anies bisa menjaga integritas, mengingat rakyat membutuhkan pemimpin berintegritas selain berkapasitas.
“Tetap harus jaga integritas karena rakyat butuh pemimpin yang berintegritas selain berkapasitas.”
Baginya, soal pemilihan presiden, kita serahkan kepada rakyat karena rakyat tidak akan buta untuk melihat mana yang terbaik buat bangsa ini.
“Tugas para pemimpin, khususnya pemimpin daerah, adalah menunjukkan kinerja dan prestasi terbaik, bukan sibuk main medsos dan bikin pencitraan di media,” pungkasnya.
Sebagai informasi, meski Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sudah mengumpulkan 73 anggota DPRD DKI Jakarta untuk menolak interpelasi, PSI dan PDIP mengaku akan terus melobi anggota DPRD lain.
Anies juga diketahui bertemu dengan tujuh fraksi DPRD DKI Jakarta tanpa adanya fraksi PSI dan PDIP DKI.
Pertemuan Anies dengan tujuh fraksi tersebut bertepatan sesudah fraksi PSI dan PDIP mengumumkan 33 anggota menandatangani usulan hak interpelasi terkait Formula E.
Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, M Taufik, mengatakan tujuh fraksi yang terdiri atas 73 anggota Dewan tidak setuju dengan usulan interpelasi terhadap Gubernur Anies Baswedan soal Formula E.
Taufik menyebut para anggota itu ingin Pemprov DKI berfokus pada penanganan pandemi Covid-19.
“Kami tujuh fraksi setara dengan 73 anggota tidak akan ikut interpelasi PSI dan PDIP yang setara 33 anggota,” tegas Taufik.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
