Terkini.id, Jakarta – Tampak berbeda dari yang lain, Gus Muwafiq justru mengatakan bahwasanya aksi pawang hujan bernama Rara Istiani Wulandari di gelaran MotoGP Mandalika beberapa waktu lalu bukanlah syirik.
Padahal, seperti diketahui, banyak pihak yang menghujat Rara dan mengatai aksinya sebagai kemusyrikan.
Ya, tetapi Gus Muwafiq beropini lain. Menurutnya, aksi Rara tidaklah melakukan syirik dalam Islam, melainkan menyebutnya sebagai usaha.
Katanya, sama seperti manusia menghindari gempa. Pawang hujan juga sebagai perlindungan manusia dari hujan. Ia pun lantas menghubungkannya dengan kegiatan menanam padi.
“Syirik tidak seperti itu,” paparnya kepada TIMES Indonesia, dikutip dari Suara, jaringan terkini.id, pada Kamis, 24 Maret 2022.
- Singgung Anak-Anak Pakai Bendera Palestina, Gus Muwafiq: Tidak Bangga Dengan Bangsa Sendiri
- Bolehkan Praktik Susuk, Gus Muwafiq: Untuk Perlindungan, Sama Seperti Imunisasi, Biarkan Saja!
- Gus Muwafiq Sebut Sajen Tidak Dilarang Islam: Memang Makanan Untuk Makhluk Halus!
- Singgung Muslim yang Anti China, Gus Muwafiq: Mereka Kena Hoax, Korban Micin!
- Sebut Nabi Muhammad Lari Saat Bertemu Jibril, Gus Muwafiq Dihujat Santri: Ngapain Lari-Lari? Nyari Minyak Langka?!
“Bahwa manusia memiliki usaha. Berlindung dari harimau membuat senapan, berlindung dari gempa membuat fondasi, berlindung dari hujan ya membuat ilmu pawang,” jelasnya panjang lebar.
“Untuk survive (bertahan), manusia membutuhkan ilmu. Nah, ilmu-ilmu itu ada karena manusia harus survive,” sambungnya lagi.
“Lah, untuk anti hujan ya butuh ilmu anti hujan dong. Kalau semuanya tiba-tiba musyrik (seperti aksi pawang hujan), maka menanam padi untuk survive adalah musyrik (juga) karena lebih percaya pada padi daripada Allah.”
Gus Muwafiq sebaliknya, menantang orang-orang yang menuduh Rara musyrik agar berdoa di sirkuit Mandalika agar tak turun hujan.
“Gak apa-apa udah. Kalau dia bilang musyrik, suruh dia datang suruh berdoa, hujan tidak itu,” tantangnya.
“Kalau yang mengatakan itu musyrik, ya suruh dia berdoa di situ. Kalau dia masih hujan, berarti doanya tidak manjur,” lanjutnya.
“Itu ilmu. Kalau semua disiplin ilmu disebut musyrik dan dia tak tanggungjawab, dia cuma bisa memusyrikkan. Mandalika butuh tidak hujan, maka adanya itu ya suruh gunakan itu,” jelasnya.
“Yang bijaksana dengan ilmu, jangan semua ilmu kemudian disebut musyrik.”
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
