Terkini.id, Jakarta – Sekretaris Departemen Propaganda dan Anti Hoax DPP Partai Bulan Bintang (PBB), Dusri Mulya menanggapi sindiran Partai Demokrat soal bayaran Rp100 miliar kepada Yusril Ihza Mahendra.
Dusri Mulya menyindir balik bahwa Partai Demokrat lah yang pelit, namun malah mengamuk saat advokat incaran mereka diambil lawan.
Ia menyinggung hal itu saat politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana membantah bahwa pihaknya menyerang Yusril secara pribadi.
“Wajar semua kader Demokrat komentar. Menyerang pribadi dimana? Di Hongkong? Namanya juga banyak kader nga kayak PBB, kadernya cuma 1 doang,” kata Panca melalui akun Twitternya pada Kamis, 30 September 2021.
Dusri Mulya lantas membalas dengan menyebutkan dua contoh serangan pribadi yang diarahkan Partai Demokrat kepada Ketua Umum PBB.
Pertama, mengungkit soal rekomendasi Partai Demokrat ke anak Yusri, Yuri Kemal saat maju di Pilkada 2020.
Tapi, lanjut Dusri Mulya, Demokrat lupa bahwa di tahun 2004, Susilo Bambang Yudhoyono pernah mendapat rekomendasi dari PBB saat maju sebagai calon presiden.
“Ngungkit 100 M, padahal emang pelit gak hargai profesi advokat. Incaran diambil lawan malah ngamuk,” sambung Dusri.
Sebelumnya, Kepala Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan bahwa Yusril pindah membela Kubu Moeldoko karena Demokrat tak sanggup membayar Rp100 miliar.
Adapun, Yusril mendampingi empat eks kader Partai Demokrat mengajukan Judicial Review terhadap AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung (MA).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
