Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar mengomentari soal aktivis asal Papua Natalius Pigai yang mengaku diserang rasisme. Ia pun membandingkan hal itu dengan isu rasis yang pernah menimpa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Lewat cuitannya di Twitter, Senin 25 Januari 2021, Denny Siregar mengungkapkan bahwa dulunya Ahok juga diserang isu rasis seperti halnya yang dialami Natalius Pigai.
Namun, kata Denny, Ahok menghadapi sendiri serangan rasisme tersebut dengan tidak membawa-bawa suku dan ras apalagi daerah kelahirannya.
“Dulu basuki_btp diserang rasisme dahsyat dgn sebutan china, babi, sipit, kafir. Tapi dia hadapi sendiri dengan tidak bawa-bawa suku dan ras, apalagi daerah kelahiran,” cuit Denny Siregar menandai Twitter Ahok.
Sementara Natalius Pigai, menurut Denny, malah mengadu ke Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin.
- Mahasiswi FT Unhas Ditemukan Meninggal, Sempat Kirim Voice Note ke Teman
- Ratusan Pecinta Honda Scoopy Ramaikan Scoopy Night Culture Asmo Sulsel di Makassar
- Wujudkan Birokrasi Pelayanan Lebih Baik, Bupati Jeneponto Lantik 198 Pejabat, Tekankan Profesionalisme dan Integritas
- Buka Pelatihan Konseling Menyusui, Bupati Jeneponto Tegaskan Jangan Hanya Seremonial, Tapi Beri Manfaat Nyata
- Urban Billiard Tournament 2026 Resmi Bergulir, Hari Pertama Dipadati Peserta dan Penonton
Lantaran hal itu, Denny pun menilai Natalius cengeng dengan melaporkan serangan rasisme tersebut ke Menhan AS.
“NataliusPigai2 itu cengeng ya? Kocak juga dia ngadu-ngady ke Menhan AS. Mungkin dia merasa dirinya Snoop Dogg,” kata Denny Siregar.
Pada cuitan sebelumnya, Denny juga menilai jika Natalius Pigai merasa jadi korban rasisme maka seharusnya melapor ke polisi dan bukannya ke Menhan AS.
“Kalau merasa jadi korban rasisme, laporkan ke DivHumas_Polri pasti diproses,” cuit Denny Siregar.
Oleh karenanya, Denny pun mengaku heran dengan Natalius yang malah melaporkan serangan rasisme terhadap dirinya tersebut ke Menhan AS.
“Lha kok lapornya ke Menhan Amerika,” tuturnya.
Diketahui, Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai lewat unggahannya di media sosial, Minggu 24 Januari 2021, melampirkan atau mentag nama Menhan AS Lloyd Austin terkait isu rasisme yang menyerang dirinya.
Dalam cuitannya itu, Natalius Pigai bercerita tentang HAM di Papua dengan menyebut bahwa telah terjadi pembunuhan dan genosida gerakan lambat kepada warga Papua.
Natalius juga menyebut bahwa orang Papua telah melawan rasisme kolektif Indonesia selama 50 tahun.
“I am proud of you, mr LloydAustin black African American most powerful gentlement in the world. We have been on fire againt Indonesian Colective (state) Racism to black African Melanesian (Papuan) more then 50 years. Torture, killing & slow motion genocide. We need attention,” kata Natalius Pigai menandai Twitter Menhan AS.
“Aku bangga padamu, mr LloydAustin Orang kulit hitam Afrika-Amerika paling kuat di dunia. Kami telah melawan rasisme kolektif (negara) Indonesia terhadap orang kulit hitam Melanesia Afrika (Papua) lebih dari 50 tahun. Penyiksaan, pembunuhan & genosida gerakan lambat. Kami butuh perhatian,” demikian arti cuitan Natalius tersebut dalam bahasa Indonesia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
