Selain Kongkow, Klub Scooter Shelter Tunjukkan Eksistensi Besi Klasik, Antik nan Menarik

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Makassar-Generasi muda di kompleks Bumi Permata Sudiang I ini selain kreatif juga mampu membongkar pasang serta memodifikasi besi-besi klasik, antik nan menarik.

Menempati sebuah rumah kontrakan generasi muda ini begitu piawai mengotak-atik mesin vespa yang terbilang antik ini. Nampak deretan motor vespa atau scooter terparkir rapi, bahkan body vespa yang penyok pun tak luput dari polesan tangan-tangan muda kreatif yang tak kalah dari pabrikan aslinya.

Sejauh pantauan terkini.id keberadaan mesin-mesin antik ini bukanlah sampah, melainkan mendatangkan rejeki bagi generasi milenial penyuka benda-benda klasik. Hal ini menunjukkan eksistensi motor vespa ditengah laju motor-motor modern dengan berbagai varian harga.

Wiwin seorang pemuda yang juga teknisi berbagi sedikit bercerita, tentang para pecinta besi tua alias motor vespa atau disebut jugascooterdi sekitaran Bumi Permata Sudiang I. Minggu, 15 Maret 2020.

“Soal vespa yang sering dikeluhkan itu bagian karburator, terus bagian kelistrikan, sebelum touring harus diperhatikan kondisi mesin, ban, bagian kaki-kaki, lampu, rem depan belakang dan oli samping,” kata wiwin.

Baca juga:

Ia menambahkan, Kalau motor vespa susah distater biasanya bensinnya nggak turun, lalu karburatornya kotor dan terkadang mengalami topsegher diakibatkan mesin terlalu panas dan kekurangan oli samping, tak kalah penting perjalanan siang hari paling berpengaruh.

“Tips merawat vespa perhatikan oli samping, menjaga keseimbangan bagian kaki-kaki kendaraan, mengganti langsung sparepart yang sudah rusak atau tua, untuk penampilan jangan lupa perawatan bagian body,” jelas Wiwin.

Sementara itu Ica (wakil ketua) mengatakan, klub Scooter Shelter, nama scooter shelter ini diambil sebagai tempat kongkow, bernaung dan berkumpul mayoritas pemuda dan juga orang tua penghobi motor vespa.

“Klub ini telah touring ke Surabaya, Malang, Kediri, Solo dan Jogakarta 2017 lalu. Kemudian baru-baru ini ke Parepare pada 24 Februari 2020 dan juga touring ke Sulawesi Barat tahun 2016 dalam acara CSP,” tambah dia.

Menurutnya, klub ini meski kecil-kecilan, juga membuka bengkel memodifikasi motor klasik khususnya scooter. Dalam seharinya mampu memodifikasi 3 hingga 5 unit.

“Saat ini kami sedang mewarnai atau dico body vespa pesanan seseorang, untuk warna tarifnya Rp. 2.500.000 sementara service mesin kisaran tarifnya Rp. 100 ribuan tergantung jenis kerusakan,” terang ica sembari mengamplas body vespa.

Selanjutnya ia menambahkan, hampir semua jenis motor klasik yang dimodifikasi seperti vespa jenis sprint, esklusif, super, bajai, mini, Xl, fbb, pts, px, dan berbagai macam vespa lainnya

Dibantu 4 (empat) orang rekannya, Wiwin, Yoko (ketua klub), Asdar dan Rama begitu cekatan membongkar pasang mesin scooter klasik, selain itu mereka pada getol membersihkan, mengamplas, hingga mengecat atau dikenal air brush.

“Yang datang untuk memperbaiki maupun pemolesan body vespa dari berbagai kalangan, pada umumnya sekarang cenderung anak-anak muda yang mulai hobi dengan motor vespa, tidak menutup kemungkinan orang tua memperbaiki motor antiknya,” tambah Ica.

“Insha alloh kedepan kami juga akan menjual belikan spare part vespa,” tutup ica ditengah kesibukannya memoles motor-motor klasik ini.

Komentar

Rekomendasi

BBKSDA Sulsel Gelar Webinar Meretas Jalan Satwa Liar Kembali ke Alam Dimasa Pandemi

Cek Fakta, Sempat Viral di Medsos Ini Akhirnya

Objek Wisata Mangrove Lantebung di Lirik Prof Yusran

Menteri LHK: Pemda Berperan Penting Atasi Perubahan Iklim

Diskusi Internasional, Menteri Siti Bicara Peran Penting Pemda Atasi Perubahan Iklim

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar