Selain Perampokan Partai, Annisa Pohan Juga Sebut Persoalan KLB sebagai ‘Pemerkosaan’ Demokrasi Negara, Netizen Ingatkan ini

Selain Perampokan Partai, Annisa Pohan Juga Sebut Persoalan KLB sebagai ‘Pemerkosaan’ Demokrasi Negara, Netizen Ingatkan ini

FR
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Terselenggaranya Kongres Luar Biasa Partai Demokrat (KLB PD) membuat sejumlah pihak turut angkat bicara.

Pasalnya, KLB PD tersebut dianggap tidak sah dan ilegal oleh sejumlah pihak hingga akhirnya mendulang pro dan kontra.

Kontra terbesar tentu saja datang dari pihak Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY hingga sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ikut turun tangan dalam permasalahan tersebut.

Namun, rupanya tak hanya Presiden RI ke-6 itu yang turut “maju”, diketahui bahwa Annisa Pohan selaku istri AHY belakangan ini juga tampak gencar menyuarakan ketidaksetujuannya.

Seperti yang baru-baru ini dicuitkannya melalui media sosial Twitter di mana Annisa mengatakan bahwa apa yang terjadi sekarang tak hanya sekadar perampokan partai, melainkan juga “pemerkosaan” demokrasi.

Baca Juga

“Ini bukan hanya permasalahan sebuah partai dirampok tapi masalah lebih besar lagi. “Pemerkosaan” Demokrasi suatu negara,” tulisnya, seperti dikutip terkini.id pada hari Sabtu ini, 6 Maret 2021

Cuitannya tersebut kontan menuai banyak komentar dari para netizen. Ada yang mendukung, ada pula yang justru sebaliknya.

“Saya bukan anggota partai tapi dada ini terasa nyesek melihat Demokrat dizolimi dirampok,” komentar akun @Rusdayati6.

Namun, selain mendulang pro dari pihak netizen, rupanya cukup banyak yang justru membalas dengan mengingatkan Annisa Pohan perihal kejadian-kejadian terdahulu.

“Dinamika partai emang begitu. Dulu juga pak SBY orang luar yang diangkat jadi ketua partai. Berubah jadi seperti partai milik keluarga gimanaaaa gituuu.. (emoji senyum greget)”, tulis akun @TyasZain.

“Coba tanya ke mertua ibu saat tahun 1996 kantor PDI direbut paksa biar ibu tahu apa itu arti kudeta. https://t.co/6b6XIfVhHl Silahkan baca Bu …,” timpal akun @PrastAdiNug.

“KARMA itu memang ada nis… pepo dulu perusuh di pkb gusdur vs cak imin,” ungkap akun @WanAbu2.

“Pengamat picisan. Moeldoko itu kayak sticky bomb buat AHY. Kalau Moeldoko digugat karena belum berkeringat & masih baru, gugatan yang sama juga akan dilayangkan ke Agus karena belum 5 tahun diangkat jadi Ketum. Keduanya sama-sama melanggar AD/ART. Kalau Moeldoko ditolak, demikian juga seharusnya AHY. Jadi gugatan terhadap Moeldoko akan menyeret AHY untuk ikut turun. Lalu siapa kuda hitamnya? Marzuki Ali atau Ibas? Still long way to go,” tutur akun @rizieqdivist panjang lebar.

Di sisi lain, rupanya ada pula netizen yang justru menyentil agar AHY lebih belajar bagaimana cara mempertahankan sebuah kekuasaan.

“Belajar lagi mempertahankan kekuasaan … Kalau gak bisa udah deh jualan cilok sana biar tenang hihi,” celoteh akun @Dadang_sutysna.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.