Selama November 2020, Kasus Covid-19 di Jeneponto Bertambah 89 dan Sembuh 80 Orang

Jeneponto
Juru bicara Satgas Covid-19 Jeneponto, Suryanigrat, yang juga Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Jeneponto

Terkini.id, Jeneponto – Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui tim gerak cepat Dinas Kesehatan (TGC Dinkes) Jeneponto menyampaikan update penanganan Covid-19 perbulan November 2020.

Penambahan kasus pasien positif Covid-19 selama bulan November 2020 bertambah sebanyak 89 sehingga dari totol 480 kasus di bulan Oktober menjadi 569 kasus pertanggal 30 November 2020.

Juru bicara Satgas Covid-19 Jeneponto, Suryanigrat mengatakan, pada 31 Oktober 2020 jumlah total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 480 kasus, sembuh 441 dan meninggal 5 orang.

“Selama bulan November kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 89 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 hingga 30 November 2020 sebanyak 569 kasus,” kata juru bicara Satgas Covid-19 Jeneponto, Suryanigrat kepada terkini.id, Selasa, 1 Desember 2020.

Kendati kasus positif Covid-19 bertambah, namun harapan juga tumbuh dengan semakin banyaknya pasien Covid-19 yang sembuh.

Menarik untuk Anda:

“Total jumlah kesembuhan pertanggal 31 Oktober sebanyak 441 orang dari 480 kasus Covid-19, kasus sembuh di bulan November sebanyak 80 orang, sehingga jumlah total kesembuhan hingga 30 November menjadi 521 orang,” ungkap Suryanigrat.

Lebih lanjut Suryanigrat mengatakan, pertanggal 30 November 2020 jumlah positif Covid-19 yang aktif sebanyak 41 orang.

“Yang 41 itu 1 orang menjalani wisata Covid-19, 34 isolasi mandiri dan dirawat di RS 6 orang,” ujarnya.

Suryaningrat mengaku, kasus Covid-19 di Kabupaten bertambah karena massifnya tim gerak cepat Dinas Kesehatan Jeneponto melakukan tracing terhadap kontak langsung terhadap kasus konfirmasi positif Covid-19 dan massifnya melakukan testing di perkantoran.

“Kasus positif bertambah karena hasil tracing dari kasus konfirmasi positif sebelumnya dan agresivitas testing yang kami lakukan di instansi perkantoran khususnya di Badan Pertanahan Nasional kemarin yang 10 orang pegawainya terkonfirmasi positif,” terangnya.

Dia juga mengatakan, faktor penyebab bertambahnya kasus positif Covid-19 di Jeneponto karena masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol Kesehatan.

“Kami sangat mengharapkan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3M, mencuci tangan dengan memakai sabun, memakai masker saat beraktivitas dan menjaga jarak,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Jeneponto, Syusanti Mansyur, menyampaikan langkah yang akan terus dilaksanakan dalam mencegah keterpaparan Covid-19 di Kabupaten Jeneponto.

“Kampanye 3M adalah salah satu upaya untuk mencegah penularan Covid-19, langkah itu yang harus terus kita kampanyekan pentingnya memakai masker, mencuci tangan dengan memakai sabun dan menjaga jarak, ini yang harus dibudayakan oleh masyarakat dan tentunya yang tidak kalah penting adalah tetap meningkat imunitas tubuh serta menjaga kebersihan,” tutur Syusanty A Mansyur.

Dia juga mengatakan, dengan adanya peraturan Bupati Jeneponto nomor 37 tahun 2020 tentang penerapan kedisiplinan protokol kesehatan akan sangat berpengaruh pada pencegahan keterpaparan Covid-19.

“Selain kampanye 3M, upaya-upaya mengkampanyekan untuk merubah perilaku, sebagaimana merubah perilaku seseorang tidak segampang membalikkan telapak tangan, namun dengan adanya Perbup tentang penerapan kedisiplinan protokol kesehatan yang harus kita taati bersama secara berangsur masyarakat akan dapat merubah perilaku dalam menjalani kehidupan baru di tengah pandemi,” tutup Syusanty.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Pemkab Jeneponto Koordinasi Konvergensi Lintas Sektor dan Lintas Program Untuk Percepat Penurunan Stunting

Hingga 25 Januari, Kadinsos Sebut 559 Korban Gempa Sulbar Mengungsi di Jeneponto

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar