Masuk

Sempat Dibolehkan, Mudik Kembali Dilarang Pemerintah, Netizen: Mereka Konsisten dengan Ketidak-konsistenannya, Pilkada Malah Suruh Pulang!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Sempat dibolehkan, kini Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, menyampaikan bahwa pemerintah melarang masyarakat Indonesia untuk mudik Lebaran 2021.

Adapun larangan mudik 2021 itu berlaku untuk semua pihak alias seluruh warga Indonesia.

Keputusan larangan ini diketahui mulai berlaku mulai 6 sampai 17 Mei 2021 mendatang

Baca Juga: Larangan Mudik Berakhir Hari Ini, Budi Karya Sumadi: Kita Tetap Adakan Pengetatan!

“Ditetapkan bahwa tahun 2021 mudik ditiadakan. Berlaku untuk seluruh ASN, TNI, Polri, BUMN, karyawan swasta maupun pekerja mandiri dan juga seluruh masyarakat,” papar Muhadjir dalam konfersensi virtual pada Jumat 26 Maret 2021, dikutip terkini.id dari Kompas.

Alasan larangan mudik sendiri dilakukan mengingat tingginya tren kasus penularan dan kematian Covid-19 usai beberapa kali libur panjang.

Padahal, seperti yang kita tahu, larangan mudik 2021 secara resmi tersebut berbanding terbalik dengan apa yang dikatakan oleh Kementerian Perhubungan pada 16 Maret 2021 lalu.

Baca Juga: Soal Larangan Mudik Lebaran, Kapolri Minta Maaf: Kami Tidak Bermaksud

Hal ini membuat cukup banyak netizen yang kebingungan dengan larangan untuk mudik pada tahun ini.

Dengan resminya larangan mudik, di media sosial Twitter tagar “mudik” kemudian menjadi salah satu trending topic.

Banyak dari netizen yang memberi tanggapan mengenai larangan tersebut. Mereka rata-rata merasa heran dan bingung, terlebih beberapa waktu belakangan, liburan justru tak dibatasi.

Selain itu, banyak pula yang mengkritik larangan tersebut dengan cara jenaka, seperti mengganti kata mudik menjadi pulang kampung.

Baca Juga: Bahas Lebaran, Jokowi Sebut Babi Panggang Ambawang, Warganet: Presiden Suka Ngelucu

Sebab, pada tahun lalu mudik dinyatakan dilarang, tetapi masyarakat malah tetap melaksanakan pulang kampung.

“Gue agak bingung sih sebenernya.. beberapa bulan ini orang2 liburan ga dilarang, di institusi pemerintahan pun dinas luar kota jalan terus.. malah ada maskapai yg kasih promo buat perjalanan dinas. Bandara, stasiun, rame.. tapi kenapa mudik lebaran ga boleh?” tutur akun @nuratna_ dikutip terkini.id.

“Mereka itu konsisten dg ketidakkonsistenannya,” timpal akun @hooligrad.

“pilkada disuruh pulang, lebaran tetap dilarang (emoji evil dan badut),” tambah akun @bakapopong.

Namun, ada juga rupanya yang justru mendukung keputusan pemerintah tersebut dengan menilik kemacetan luar biasa yang pasti terjadi.

“Mungkin pertimbangan jumlah orang yang mudik tiap tahun lebih dari yang berwisata dan dinas, secara logika aja, jumlah orang dinas dan liburan nggak akan melebihi jumlah orang mudik. Ingat kemacetan brexit? Seperti itulah gambaran mudik,” terang akun @a_aldinar panjang lebar.

“Silakan baca lagi beritanya, larangan mudiknya nggak full satu bulan kok, kalo mau mudik bisa aja sebelum tanggal 6 dan jangan bergerombol,” pungkasnya.