Semprot Erick Thohir, Nicho Silalahi: Percuma BUMN Punya Lahan Perkebunan Sawit Tapi Ngurus Minyak Goreng Aja Ga Mampu!

Semprot Erick Thohir, Nicho Silalahi: Percuma BUMN Punya Lahan Perkebunan Sawit Tapi Ngurus Minyak Goreng Aja Ga Mampu!

R
Muh Ikhsan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial Nicho Silalahi menyinggung Menteri BUMN Erick Thohir soal kelangkaan minyak goreng yang masih terjadi hingga saat ini.

Menurut Nicho, sebagai seorang Menteri, seharusnya Erick Thohir bisa mengatasi kelangkaan minyak goreng yang membuat masyarakat tersiksa.

Apalagi, BUMN kata Nicho, memiliki lahan perkebunan sawit yang besar. Sangat mustahil dengan lahan yang besar tersebut tidak memberi dampak kepada masyarakat untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng.

Karena itu, Nicho menyarankan kepada Erick Thohir untuk membubarkan PT Perkebunan Nusantara yang merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang pengelolaan, pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan, termasuk kelapa sawit.

“Pak @erickthohir segeralah Bubarkan PTPN, percuma ada BUMN yang punya lahan perkebunan sawit gila-gilaan tapi ngurus Minyak Goreng juga ga mampu,” ujar Nicho melalui akun Twitternya @Nicho_Silalahi pada Senin 7 Maret 2022.

Baca Juga

Nicho kemudian menyorot kinerja Budiman Sudjatmiko yang merupakan komisaris di PT Perkebunan Nusantara.

Menurut Nicho, dibanding mempertahankan Budiman sebagai komisaris sementara kerjanya pun tidak terlihat, lebih baik dipecat saja.

“Oh iya si @budimanjatmiko kerjanya ngapain aja sih padahal dia salah satu komisaris di PTPN” usulku pecat aja dia pak,” ujar Nicho memberi usulan.

Merespon cuitan Nicho, netizen memberikan tanggapan yang beragam. Salah satunya akun @Dani_alkarim yang menyinggung adanya impor minyak goreng sebanyak 4000 ton.

“Tenang om nico, minyak goreng mau di impor 4000 ton. Tanah penghasil CPO terbesar tapi impor minyak goreng,” ujarnya.

Sementara itu, netizen lain menyebut Budiman Sudjatmiko sebagai orang yang tidak paham mengenai pengelolaan PTPN. Pada posisi itu, jabatan komisaris malah diberikan sebagai bentuk balas jasa.

“Ambyar.. jabatan diberikan kepada orang yg bukan ahlinya. Cuma karena balas jasa,” ujar akun @Jand66430606Abu.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.