Terkini.id, Jakarta – Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean (FH) menanggapi sosiolog, Musni Umar yang mempertanyakan mengapa pembakaran sekolah di Papua dibiarkan.
Ferdinand Hutahaean menyindir keras bahwa Musni Umar terlalu provokatif seolah TNI dan Polri diam saja melihat aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.
“Yang membiarkan siapa Mus?” kata Ferdinand Hutahaean melalui akun Twitter pribadinya pada Rabu, 8 Desember 2021.
Ferdinand Hutahaean menyidir keras apakah Musni Umar tak melihat para prajurit NKRI gugur di lapangan dalam perjuangan menumpas KKB Papua.
“Sebagai orang tua, muncungmu terlalu provokatif seolah TNI POLRI diam, padahal sudah berapa yang gugur disana. Perbaiki otakmu Mus..!!” katanya.
- Pasangan 'Amin' jadi Capres-Cawapres, Musni Umar: Tidak Ada Pengkhianatan, Janganlah Cari Kambing Hitam
- Musni Umar: Patut Menduga Jokowi Gunakan Moeldoko Untuk Ambil Demokrat
- Doakan Ganjar Pranowo Dengar Suara Warga Wadas, Musni Umar: Memihaklah Kepada Rakyat yang Memberi Jabatan
- Tak Percaya Elektabilitas Nasdem Turun Karena Anies Baswedan, Musni Umar: Lembaga Survei Dibiayai Siapa?
- Musni Umar Dihujat Netizen Soal Ponpes Shiddiqiyyah dan BUMN
Sebelumnya, Musni Umar menanggapi berita soal pembakaran sekolah yang diduga dilakukan oleh KKB Papua atau yang kini disebut Kelompok Separatis Teroris (KST).
“Mengapa ini dibiarkan?” kata Musni Umar.
Dilansir dari RMOL, bangunan sekolah yang berada di Distrik Serambakom, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, dibakar KST Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada Minggu, 5 Desember 2021.
KST OPM disebut membakar sejumlah ruangan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Oksibil di Distrik Serambakom dan satu sekolah lain yang diduga juga akan dibakar namun berhasil dicegah oleh aparat.
Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo Sukarnito menerangkan bahwa pembakaran SMA Negeri 1 Oksibil terjadi pada Minggu sekitar pukul 04.00 WIT.
“Ada dua unit bangunan (ruang guru dan ruang kelas) SMA Negeri 1 Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang habis terbakar,” ujar Cahyo pada Senin, 6 Desember 2021.
Sementara itu, Kepala Satgas Humas Nemangkawi, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan bahwa pelaku pembakaran diduga merupakan KST OPM pimpinan Lamek Alepki Taplo (Pangkodap XV Ngalum Kupel).
Ia menyebut bahwa aksi pembakaran fasilitas pendidikan tersebut dilakukan karena mereka tidak suka melihat pemuda Oksibil bersekolah untuk memajukan Papua.
“Teroris OPM ini tidak setuju lihat pendidikan maju, sehingga terjadi pembakaran sebelum subuh di SMAN 1 Oksibil,” katanya.
Kamal juga menerangkan bahwa pada saat kejadian pembakaran, masyarakat Kampung Esipding tidak berani melakukan perlawanan karena kalah jumlah.
“Sehingga masyarakat bersembunyi di rumah masing-masing,” ujarnya.
Hingga kini, Satgas TNI-Polri terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku pembakaran.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
