Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Christ Wamea mengingatkan Yaqut Cholil Qoumas bahwa Menteri Agama (Menag) itu harusnya menjaga kesejukan dan perdamain.
Christ Wamea juga menyentil Yaqut agar jangan terus menyebarkan propaganda yang merusak kerukunan umat dan perseatuan bangsa.
“Menteri agama itu narasinya harus jaga kesejukan dan kedamaian,” katanya melalui akun Twitter PutraWadapi pada Kamis, 30 September 2021.
“Jangan terus sebarkan propaganda yang merusak kerukunan umat dan persatuan bangsa,” tambahnya.
Bersama pernyataannya, Christ Wamea membagikan berita yang memuat pernyataan Yaqut bahwa ada sekelompok orang yang ingin Indonesia hanya satu warna saja.
- KPK Dalami Dugaan Aliran Dana Kuota Haji ke Pansus DPR
- Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Biro Travel Haji di Sejumlah Daerah
- Kasus Korupsi Kuota Haji, Yaqut Resmi Jadi Tahanan Rumah
- Daftar Kuota Haji Reguler di 34 Provinsi tahun 2023
- GP Ansor Dukung Harga BBM Naik, Gus Yaqut: Ini Bentuk Keadilan Subsidi untuk Rakyat
Hal itu diungkapkan Yaqut dalam acara “Pencanangan Desa Sadar Kerukunan & Launching Pojok Wakaf Uang Digital” di Pendopo Manggala Parasamya II Kompleks Perkantoran Pemkab Bantul pada Rabu, 29 September 2021.
Dilansir dari Kumparan, Yaqut mengatakan bahwa Indonesia dibangun atas dasar pluralisme, kesepakatan atas pluralisme.
“Indonesia ini tidak mungkin berdiri jika tidak ada umat Islam. Tidak ada Indonesia jika tidak ada umat Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, dan bahkan agama-agama lokal,” katanya.
Yaqut menegaskan, tidak ada satu orang atau satu kelompok pun yang boleh mengeklaim bahwa dirinya atau kelompoknya lah yang paling memiliki Indonesia.
Sebab, menurutnya, Indonesia adalah milik semua warga yang harus dijaga bersama-sama.
“Apa pun agamanya tidak boleh ada yang mengeklaim mereka yang paling berhak atas negeri ini,” tegasnya.
Menurut Yaqut, Keberagaman ini yang membuat setiap elemen masyarakat saling menguatkan.
Namun sayangnya, lanjut Menag, masih ada saja orang yang mencoba mengikisnya.
“Ada yang mencoba menafikannya. Ada sekelompok oranglah, sekelompok orang itu yang pengin Indonesia satu warna saja. Satu warna saja, merasa mayoritas, merasa paling banyak maka yang banyak ini menyingkirkan yang tidak banyak,” kata Yaqut.
“Padahal, seharusnya kalau kita meyakini ajaran agama kita masing-masing, semakin banyak jumlah kita, maka kita semakin memiliki kewajiban untuk melindungi yang kurang banyak,” lanjutnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
