Terkini.id, Jakarta – Sikap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kembali berkoar-koar di ruang publik menunjukkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu sudah tidak punya beban lagi.
Diketahui, baru-baru ini Komisaris Utama PT Pertamina itu menggugat roadmap mobil listrik (electric Vehicle atau eV), program yang sedang dikerjakan Presiden Jokowi.
Selanjutnya, bagi pengamat politik Ujang Komarudin, Ahok kini terlihat lebih lepas berbicara setelah kasus penistaan agama yang menjeratnya sudah ditebus dengan hukuman penjara dua tahun.
“Ahok menganggap kesalahan dia sudah ditebus dengan penjara itu, dan sekarang dia merasa enggak punya kesalahan lagi,” kata Ujang Komarudin dalam diskusi Tanya Jawab Cak Ulung, Kamis 2 Desember 2021.
Selain itu, Ahok adalah sosok politisi yang mementingkan eksistensi. Meski sempat tidak banyak bicara setelah kasus penistaan agama, hal itu tidak menjadi alasan bagi politisi PDIP itu untuk selamanya diam.
“Apalagi, berkoar-koar itu memang sifatnya Ahok. Padahal ada banyak kasus lama yang menyeretnya, seperti audit BPK soal kasus di Sumber Waras,” tegasnya.
Seperti yang dilansir dari Kompas pada Minggu 5 Desember 2021, bahwa massa 212 yang sebelumnya berperan besar untuk menenggelamkan Ahok sulit untuk kembali mengulang hal yang sama. Sebab stigma 212 lebih ke persoalan agama. Sedangkan apa yang disampaikan Ahok kini lebih ke korporasi.
“Kelompok 212 sulit mengkritik Ahok karena yang harus dicari adalah persoalan agama,” tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
