Christ Wamea Sebut Ahok Tak Berkualitas, Chusnul: Kualitas Penjilat Cikeas, Ga Ngaca Dulu

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah menanggapi pediat media media, Christ Wamea yang menyatakan bahwa Basuki  Tjahaya Purnama alias Ahok adalah sosok yang tak berkualitas dan tak berprestasi.

Chusnul Chotimah menyindir Christ Wamea dengan sebutan “Penjilat Cikeas” yang tak berkaca sebelum berbicara soal Ahok.

Ia juga menyinggung bahwa mungkin orang yang dianggap Christ sebagai orang yang berkualitas dan berprestasi adalah orang yang hanya bisa nyinyir, tapi suka memblokir saat dikomentari.

Baca Juga: Novel Sebut Penentang Reuni 212 Penista Agama, Chusnul Chotimah: Ini...

“Kualitas penjiIat Cikeas, ga ngaca dulu sebelum ngomongin Ahok,” katanya melalui akun @ChusnulCh__pada Rabu, 26 Oktober 2021.

“Ahok sudah triliunan selamatkan uang rakyat, dia sendiri cuma jadi penjiIat,” tambahnya.

Baca Juga: Erick Thohir Jadi Anggota Banser, Chusnul Chotimah: Siap-Siap Makin Dibenci...

Sebelumnya, Christ Wamea mengatakan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta, Ahok adalah orang yang tak berkualitas dan tak berprestasi

Ia mencontohkan bahwa dalam memimpin Jakarta saja, Ahok hanya membuat gaduh dan amburadul.

“Ahok ini Orang yang tidak berkualitas,” katanya melalui akun Twitter @PutraWadapi pada Selasa, 26 Oktober 2021. 

Baca Juga: Erick Thohir Jadi Anggota Banser, Chusnul Chotimah: Siap-Siap Makin Dibenci...

“Pimpin Jakarta saja hanya bikin gaduh dan jakarta amburadul. Tidak punya prestasi kerja kok terus dia dibicarakan,” tambahnya.

Christ Wamea mengatakan itu sebagai respons terhadap berita bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempersiapkan Ahok menjadi pemimpin Ibu Kota baru.

Dilansir dari CNN Indonesia, Jokowi pernah menyebutkan beberapa kandidat yang nanti akan memimpin Ibu Kota baru yang terletak di Kalimantan Timur.

Adapun desain awal pembangunan Ibu Kota baru itu dipersiapkan Pemerintah melalui Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN), termasuk untuk pengisian calon pemimpinnya.

Sebagai catatan, Pemerintah ingin Ibu Kota baru dipimpin oleh seorang Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN), bukan oleh seorang Gubernur yang dipilih melalui Pilkada.

Penunjukan dan pemberhentian Kepala Otorita IKN dan wakilnya akan menjadi wewenang seorang presiden.

Selain Ahok, ada tiga nama lain yang dulu disebutkan Jokowi sebagai kandidat, yakni mantan Menristek, Bambang Brodjonegoro; pengusaha sapi, Tumiyana; dan Bupati Banyuwangi, Azwar Anas.

“Namanya kandidat memang banyak. Satu, pak Bambang Brodjonegoro, dua pak Ahok, tiga pak Tumiyana, empat pak Azwar Anas. Cukup,” ujar Jokowi Senin, 2 Maret 2020.

Bagikan