Terkini.id, Jakarta – Pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak memberi tanggapannya soal momen viral Choirul Anam selaku Komisioner Komnas HAM yang melipat kertas saat menjelaskan perkembangan kasus penembakan antar anggota polisi.
Kamaruddin Simanjuntak mengatakan bahwa selama ini dirinya tidak pernah mempercayai Komnas HAM, oleh karena itu dirinya tidak akan berharap kepada lembaga tersebut.
“Saya dari dulu nggak pernah percaya sama Komnas HAM. Artinya tidak ada yang bisa diharapkan,” ujar Kamaruddin Simanjuntak, dikutip dari detikcom, Sabtu 30 Juli 2022.
Kamaruddin Simanjuntak menilai Komnas HAM, Kompolnas dan LPSK bekerja untuk Polri sehingga tidak dapat dipercaya.
“Komnas HAM itu memang bekerjanya untuk Polri dari dulu. Demikian juga Kompolnas sub dari Mabes Polri,” kata Kamaruddin Simanjuntak.
“Pokoknya LPSK, Komnas Ham dan Kompolnas nggak ada yang bisa dipercaya,” lanjut Kamaruddin Simanjuntak.
Sebagai informasi, sebuah potongan video konferensi pers Choirul Anam yang dilakukan pada tanggal Rabu 27 Juli 2022 menjadi viral di media sosial.
Potongan video tersebut diunggah di akun Instagram dengan narasi yang berbunyi Moment Komisioner Komnas HAM melipat kertas untuk menutupi sesuatu.
Kemudian munculnya tanda panah dengan kalimat ‘ada yang ditutupi’ saat Choirul Anam membuka kertas serta melipat sisi kiri kertas tersebut.
Dalam video tersebut juga disematkan keterangan yang bertuliskan Drama Komnas HAM soal Kematian Brigadir Yoshua.
Diketahui pada saat itu Choirul Anam sedang menjelaskan tentang cell dump atau teknik untuk menyelidiki keberadaan telepon seluler dalam satu titik lokasi lewat data yang didapatkan dari base transceiver station atau BTS.
“Kami tadi juga ditunjukkan di mana monitoring keberadaan, di samping dari video, keberadaan komunikasi, jejaring komunikasi yang terdapat di area Duren Tiga, di area Magelang, jadi ada empat titik untuk melakukan salah satu tindakannya adalah cell dump menarik jaringan komunikasi itu, kami juga dikasih bahannya, termasuk disediakannya print-nya,raw material-nya kami dikasih, jaring-jaringnya, siapa ngomong apa kami juga dikasih, saya akan tunjukkan,” tutur Choirul Anam.
Beberapa saat kemudian Choirul Anam mengambil sebuah kertas yang ada di salah satu stafnya. Dalam kertas itu terdapat gambar dan tulisan.
Kemudian Choirul Anam menunjukkan kertas tersebut kepada wartawan yang hadir, namun ia melipat sisi kiri kertas ini.
Isi kertas tersebut hanya diperlihatkan sebentar, para wartawan yang hadir meminta Choirul Anam untuk menunjukkan kembali isi kertas ini, namun dirinya menolak.
“Nggak, nggak. Rekan-rekan semuanya, itu bahan raw material yang nanti kami analisis untuk menentukan titik-titik mana komunikasi apa yang terjadi di wilayah-wilayah yang terekam dalam cell dump itu. Kalau ini dipublikasi, gede begitu yang jangan. Nanti setelah kesimpulan kita, di laporan akhir kita, pasti kami akan bilang. Tapi sekarang tidak, untuk kepentingan bagaimana proses membuat terangnya peristiwa,” pungkas Choirul Anam.
Selanjutnya, Choirul Anam berujar bahwa kertas yang ia pegang hanya berisi tentang data cell dump.
Pada Jumat 29 Juli 2022, Choirul Anam memberikan tanggapan tentang potongan video dirinya melipat kertas seolah-olah ada sesuatu yang ia tutupi terkait proses hukum tewasnya Brigadir J.
Choirul Anam meminta publik untuk menonton secara full mengenai video konferensi pers tersebut.
“Lihat (video secara) lengkap,” papar Choirul Anam saat dihubungi via pesan singkat, dikutip dari tribunnews.com, Sabtu 30 Juli 2022.
Sampai berita ini diturunkan, belum ditemukan tanggapan Choirul Anam tentang pernyataan Kamaruddin Simanjuntak yang tidak mempercayai Komnas HAM.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
