Serikat Mahasiswa UNHAS Tuntut Rektor Mundur, Ini Penyebabnya

Serikat Mahasiswa Unhas minta Rektor turun

Terkini id,Makassar – Serikat Mahasiswa Unhas menuntut Rektor UNHAS, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Rektor.

Hal tersebut diutarakan Serikat Mahasiswa Unhas saat Konferensi Pers di Pelataran Gedung IPTEKS Unhas sekitar pukul 15.00 Wita, Jumat, 10 Mei 2019 kemarin.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Rahmat menyebutkan konferensi ini sebagai sikap ihwal kekeliruan beberapa media dalam memberitakan aksi Hardiknas kemarin yang kesannya memojokkan mahasiswa.

“Peringatan Hari Pendidikan Nasional lalu, sekaligus menegaskan kembali tuntutan kami (Serikat Mahasiswa Unhas) yang belum tuntas hingga hari ini,” ujarnya.

Setelah itu, perwakilan Serikat Mahasiswa Unhas membacakan kronologi kejadian atau fakta lapangan mengenai aksi massa Serikat Mahasiswa Unhas 2 Mei 2019 lalu.

Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan surat pernyataan sekaligus penegasan sikap oleh Serikat Mahasiswa Unhas.

Berikut uraian pernyataan tersebut:

A. Organ yang terlibat dalam Serikat Mahasiswa Unhas diantaranya; SEMA FEB-UH, BEM KEMA  FAPERTA- UH, BE KEMAHUT SI-UH, BEM FH¬UH, BEM FISIP-UH, BEM FMIPA-UH, BEM KMFIB-UH, KEMA JIK FIKP-UH, HIMAHI FISIP-UH, LAW-UH, dan LPM Media Ekonomi FEB-UH.

B. Berdasarkan kronologi di lapangan yang dibacakan, maka berikut tuntutan Serikat Mahasiswa Universitas Hasanuddin:

1.Hapuskan outsorci di kampus Unhas;

a.Jadikan service sebagai pekerja tetap

b Berikan upah yang sesuai dengan upah minimum

c. Berikan jaminan sosial dan ketenagakerjaan yang jelas
d. Berikan kebebasan berserikat
e. Berikan jam kerja yang sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan
2. Hapuskan kekerasan akademik di kampus Unhas yang maladministratif dan tak profesional
3. Hapuskan jam malam di kampus Unhas yang mematikan ruang kritis
4. Stop intervensi lembaga kemahasiswaan dikampus Unhas yang merampas hak berekspresi mahasiswa
5. Wujudkan profesionalitas birokrasi Unhas, yang tertib secara administratif, regulasi dan pengumpulan informasi
6. Hentikan pungutan liar dalam penyelenggaraan ujian mahasiswa
7. Memecat satuan pengamanan (Satpam) kampus Unhas yang melakukan tindakan represif kepada Mahasiswa

C. Berdasarkan musyawarah dan hasil riset Serikat Mahasiswa Universitas Hasanuddin maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Rektor dalam hal ini Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A (Prof.Dwia) sebagai pimpinan tertinggi di Universitas Hasanuddin.
2. Rektor dalam hal ini Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A berkewajiban untuk menyelesaikan TUNTUTAN SERIKAT MAHASISWA UNIVERSITAS HASANUDDIN sebagaimana yang dimaksud pada poin B.
3. Rektor tidak mau menandatangani Pakta Integritas sebagai jaminan dapat menyelesaikan masalah-masalah yang diangkat Serikat Mahasiswa Universitas Hasanuddin pada saat melaksanakan aksi 2 mei 2019. Maka Serikat Mahasiswa Universitas Hasanuddin tidak lagi dapat mempercayai Prof Dwia sebagi Rektor Unhas.
4. Berdasarkan poin 3 Serikat Mahasiswa Universitas Hasanuddin menuntut Rektor dalam hal ini Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A UNTUK SEGERA MENGUNDURKAN DIRI DARI JABATANNYA .
5. Jika point ke 4 tidak diindahkan maka Serikat Mahasiswa Universitas Hasanuddin akan melaksanakan aksi besar-besaran.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Kampus

Mahasiswa Unhas Peduli Budaya dengan Cara Ini

Terkini.id,Makassar - Indonesia merupakan negara yang kaya akan tradisi, budaya dan adat istiadat. Keberagaman tersebut merupakan aset yang dimiliki sebagai warisan budaya dan tidak