Terkini.Id, Gowa – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa terus memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan vokasi pertanian yang mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian unggul, adaptif, dan berdaya saing. Komitmen tersebut ditegaskan melalui pelaksanaan Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-8 Polbangtan Gowa yang digelar di Aula Syech Yusuf Polbangtan Gowa, Jumat (26/6/2026).
Mengusung tema “Sewindu Berkarya: Membangun Ekosistem Agropreneur yang Kreatif, Adaptif, Kolaboratif, dan Berdaya Saing”, kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen Polbangtan Gowa dalam mendukung pembangunan pertanian nasional melalui pengembangan pendidikan vokasi dan kewirausahaan pertanian.
Sebagai perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian, Polbangtan Gowa telah berkontribusi dalam mencetak generasi muda pertanian yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan, kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta kesiapan menghadapi tantangan sektor pertanian modern.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak transformasi pertanian menuju sektor yang modern, maju, dan berkelanjutan.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi, mekanisasi, inovasi, serta pengembangan kewirausahaan pertanian menjadi kunci dalam menjawab tantangan pembangunan pertanian di masa depan.
- Meity Rahmatia Resmi Lantik Ratnawati Arif sebagai Ketua IPHI Sinjai Periode 2026--2031
- Mahasiswa Polbangtan Gowa Raih Juara I Lomba Agrifood Innovation pada 2nd Agripolyfest dan Dies Natalis ke-8 Polbangtan Malang
- Perluas Peluang Kerja Alumni di Jepang, Kementan Jalin Kerja Sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja
- Hak Angket DPRD Gowa Dinilai Memiliki Dasar Konstitusional, Ahli Tegaskan Bukan untuk Mengusut Urusan Pribadi!
- Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Volleyball Cup 2026 dengan Mengalahkan Korea Selatan
“Pendidikan vokasi pertanian harus mampu melahirkan SDM yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi perubahan serta kebutuhan sektor pertanian modern,” tegas Amran.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa keberhasilan mewujudkan swasembada pangan nasional sangat ditentukan oleh kualitas SDM pertanian yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.
“SDM merupakan faktor utama dalam mengelola dan mengembangkan sektor pertanian secara modern, efektif, dan berkelanjutan. Karena itu, penguatan pendidikan vokasi menjadi investasi penting bagi masa depan pertanian Indonesia,” ujar Arsanti.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menyampaikan bahwa lembaga pendidikan vokasi harus terus menjadi pusat pengembangan kompetensi, inovasi, dan teknologi pertanian yang mampu menghasilkan lulusan yang siap bekerja, siap berwirausaha, dan siap menjadi pelaku utama pembangunan pertanian.
Dalam Sidang Senat Terbuka tersebut, turut hadir Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Muhammad Arsyad, yang menyampaikan harapannya terhadap peran generasi muda dalam pembangunan pertanian nasional.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
